close
Dauroh Tahsin Tahfidz Ramadhan
Logo Website Annajah
Search

Penjelasan Lengkap tentang Isim Dhamir dan Contohnya

pengertian dhamir dan contoh dhomir

Table of Contents

Salah satu materi yang harus dipelajari oleh pelajar bahasa Arab pemula adalah isim dhamir. Dhamir, dalam istilah bahasa Indonesia, bermakna “kata ganti”.  Penggunaan kata ganti dalam bahasa Arab sering digunakan , apalagi dalam kalimat fi’il.

Kesalahan menentukan kata ganti yang terdapat dalam fi’il tersebut akan merusak makna yang diinginkan penulis. 

  • Misalnya, jumlah “اَنَا نَظَرْتُكَ” yang artinya saya telah melihat kamu (laki-laki).
  • Sementara jumlah “اَنَا نَظَرْتُهٌ”yang artinya saya telah melihat dia (laki-laki).

Dua jumlah tersebut hanya berbeda di satu huruf terakhir saja, tetapi memiliki perbedaan makna karena berbeda juga dhamirnya.  Bagaimana, sudah mulai menarik, bukan? Untuk lebih jelasnya, langsung saja, kita membahas pengertian dhamir dan jenis-jenis dhamir.

Pengertian Isim Dhamir

Dhamir secara bahasa bermakna kata ganti. Isim dhamir berfungsi untuk menggantikan isim zhahir, isim yang nampak. 

Misalnya, kalimat  “Ahmad masuk ke masjid. Lalu Ahmad membaca Al-Qur’an.” Ahmad termasuk isim zhahir. Lantas, dengan penerapan isim dhamir kata tersebut dapat diubah menjadi, “Ahmad masuk ke masjid. Lalu dia membaca Al-Qur’an.”

Sementara secara istilah, ahli nahwu mendefinisikan isim dhamir sebagai

الضميرهو اسم مبني يدل على متكلّم او مخاطب اوغائب

“Dhamir adalah isim mabni yang menunjukan kepada mutakallim, mukhatab atau pun ghaib.”

Mutakallim, mukhatab, dan ghaib itu adalah bagian dari kata ganti. Maksudnya, Mutakallim, sebagai orang yang berbicara, masuk pada bagian kata ganti orang pertama, yaitu saya (اَنَا) dan kami (نَحْنُ).

Mukhatab, sebagai orang yang diajak berbicara atau lawam berbicara. Ini merupakan kata ganti orang kedua. Kata gantinya berupa, kamu laki-laki (اَنْتَ), kamu dua laki-laki (اَنْتُمَا), kalian laki-laki (اَنْتُمْ), kamu perempuan (اَنْتِ), kamu dua perempuan (اَنْتُمَا), dan kalian perempuan  (اَنْتُنَّ).

Terakhir, Ghaib sebagai orang yang dibicarakan. Ini termasuk dalam kategori kata ganti orang ketiga. Anggota-anggotanya terdiri dari, dia laki-laki (هُوَ), dia dua laki-laki (هُمَا), mereka laki-laki (هُمْ), dia perempuan (هِيَ), dia dua perempuan (هُمَا), mereka perempuan (هُنَّ).

Jenis Isim Dhamir

Secara umum, isim dhamir terbagi menjadi dua bagian, yakni dhamir mustatir dan dhamir bariz. 

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat penjelasannya satu per satu di bawah ini:

1. Dhamir Mustatir

Mustatir artinya yang bersembunyi, sehingga dhamir mustatir dapat diamaknai sebagai dhamir yang bersembunyi. Sementara secara istilah, ahli nahwu mendefinisikan dhamir mustatir sebagaimana berikut:

الضمير المستتر ما ليس له صورة في اللفظ

“Dhamir mustatir adalah kata ganti yang tidak memiliki bentuk dalam pelafadzannya.”

Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat ketahui bahwa isim dhamir mustatir tidak memiliki bentuk  atau tidak terlihat dalam pelafalannya.  Namun, meskipun tidak terlihat, kita dapat mengetahui dhamir mustatir tersebut dengan melihat wujud atau penulisan dari kalimat (fi’il) itu sendiri.

Dhamir mustatir dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, yakni dhamir mustatir wujub. Maksudnya adalah kata ganti yang wajib untuk bersembunyi. Kata ganti ini berlaku pada:

  1. Fi’il amr untuk mufrad mudzakkar mukhatab
  2. Fi’il mudhari’ yang diawali dengan ta’ khitab tunggal, hamzah, dan nun.
Bentuk Kalimat Arti Contoh Dhamir Mustatir Wujud
Fi’il amr mufrad mudzakkar mukhatab (Kamu lk) bekerjalah! اُفْعُلْ
Fi’il mudhari’ mufrad mudzakkar mukhatab (Kamu lk) akan bekerja تَفْعُلُ
Fi’il mudhari’ mufrad muzakkar mutakallim (Saya) akan bekerja اَفْعُلُ
Fi’il mudhari jamak mudzakkar mutakallim (Kami) akan bekerja نَفْعُلُ

Sementara bagian kedua, yakni dhamir mustatir jawaz. 

Ini adalah dhamir yang penggunaanya boleh tidak tertulis (tersembunyi) dan juga boleh untuk dinampakkan dhamirnya atau dengan menggunakan isim dzahir. Kata ganti ini berlaku pada:

  • Fi’il madhi dan mudhari’ untuk mufrad mudzakkar ghaib
  • Fiil madhi dan mudhari’ untuk mufrad muannats ghaibah
Bentuk Kalimat Arti Contoh Dhamir Mustatir Jawaz
Fi’il madhi mufrad mudzakkar ghaib (Dia lk) telah bekerja فَعَلَ
Fi’il madhi mufrad muannats ghaibah (Dia pr) telah bekerja فَعَلَتْ
Fi’il mudhari’ mufrad mudzakkar ghaib (Dia lk) akan bekerja يَفْعُلُ
Fi’il mudhari’ mufrad muzakkar ghaibah (Dia pr) akan bekerja تَفْعُلُ

2. Dhamir Bariz

Bariz artinya tampak, sehingga dhamir bariz dapat dimaknai sebagai dhamir yang tampak atau yang terlihat jelas. Ahli nahwu mendefinisikan dhamir baris sebagaimana berikut ini:

الضمير البارز ما له صورة في اللفظ

“Dhamir bariz adalah kata ganti yang memiliki bentuk dalam pelafadzannya.”

Dhamir bariz terbagi menjadi dua bagian, yakni dhamir muttashil dan dhamir munfashil. Penjelasan keduanya adalah sebagai berikut:

a. Dhamir munfashil. Dhamir ini merupakan dhamir yang nampak dan penulisannya terpisah. Dhamir munfashil, dengan penyesuaian mahalnya, terbagi menjadi dua model. Kedua model tersebut, antara lain:

  • Dhamir munfashil dengan mahal rofa’. Model pertama ini merupakan dhamir munfashil yang dijadikan sebagai subjek. Adapun bentuk dhamirnya, antara lain:
  • Dhamir munfashil dengan mahal nashab. Pada bagian kedua ini, dhamir munfashil dijadikan sebagai objek. Adapun bentuk penulisan dhamir munfashil sebagaimana berikut:

b. Dhamir muttashil. Dhamir ini merupakan dhamar yang tampak dan penulisannya tersambung dengan kalimat (fi’il) itu sendiri. Penulisan dhamir muttashil dibagi menjadi tiga macam bentuk yang itu menyesuaikan dengan mahal dhamir tersebut. Macam bentuk dhamir muttashil tersebut, antara lain:

  • Dhamir muttashil dengan mahal rofa’. Dhamir ini dapat ditemukan pada fi’il. Dhamir muttashil dengan mahal rofa’ ini berkedudukan sebagai fail ketika ditemukan pada fi’il.
  • Dhamir muttashil dengan mahal nashab. Dhamir ini dapat ditemukan pada fi’il dan ina wa akhwatuha. Dhamir muttashil dengan mahal nashab ini berkedudukan sebagai maf’ul ketika ditemukan pada fi’il. Sedangkan pada inna wa akhwatuha, dhamir ini akan berkeduduka sebagai isim inna.
  • Dhamir muttashil dengan mahal khafadh. Dhamir ini dapat ditemukan ditemukan bersambung degan harfun jer atau dengan isim yang berkedudukan sebagai mudhaf. Apabila dhamir muttashil dengan mahal khafad bersambung dengan huruf jer, maka posisinya sebagai isim jer. Sedangkan apabila dengan mudhaf, maka kedudukannya sebagai mudhaf ilaih.

Contoh Isim Dhamir

Setelah dijelaskan, tak  lengkap rasanya, apabila kita tidak menunjukan contohnya. Berikut penulis perlihatkan beberapa contoh penggunaan dhamir dalam kalimat.

Contoh dhamir mustatir

  • ذَهَبَ إلَى الْمَدْرَسَةِ =  “Dia (laki-laki) sudah pergi ke sekolah”
  • ذَهَبْتُ إلَى الْمَدْرَسَةِ  = “Saya sudah pergi ke sekolah”
  • أَذْهَبُ إلَى الْمَدْرَسَةِ = “Aku sedang pergi ke sekolah”

Contoh dhamir bariz

  • أنْتَ نشيطٌ = “Kamu (laki-laki) itu rajin”
  • هي مُدَرِّسَةٌ = “Dia (pr) adalah guru
  • كتابُنَا على الرفِ = “Kitab kita di atas rak”

Demikian, pembahasan kita tentang dhamir. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Oh iya, buat kamu yang kepengen belajar lebih dalam tentang bahasa Arab, kamu bisa lho gabung di Pondoh Tahfidz Annajah. Selain belajar bahasa Arab, kamu juga bisa belajar tahsin sekaligus.

Yuk daftarkan dirimu segera sebelum kehabisan kuota. Klik Program Annajah