close
Dauroh Tahsin Tahfidz Ramadhan
Logo Website Annajah
Search

Inilah Biografi Lengkap Pengarang Kitab Sulamun Nawarok (Mantiq)`

Inilah Biografi Lengkap Pengarang Kitab Sulamun Nawarok (Mantiq)`

Table of Contents

Salah satu kitab yang merupakan pegangan wajib di dalam mempelajari ilmu mantiq yaitu kitab sulam munawaroq yang menjadi salah satu kitab dengan bentuk nadham dan jadi panduan untuk pemula ilmu mantiq. Pengarang Kitab Sulamun Nawarok (Mantiq) adalah Syekh Abdurrahman bin Muhammad al-Akhdori yang dulunya hidup di abad 10 H atau pada abad 16 M.

Kisah Masa Kecil dan Tempat Kelahiran Pengarang Kitab Sulamun Nawarok (Mantiq)

Ilmu mantiq yang ada dalam kitab ini diuraikan di dalam bentuk nazam. Kitab ini jadi pegangan wajib dalam mempelajari ilmu mantiq. Ada 2 kitab karangan dari Syekh Abdurrahman bin Muhammad al-Akhdori ini yang dijadikan sebagai kitab kurikulum di pesantren Aceh khususnya untuk pesantren yang ada di nusantara ini.

Nama lengkap dari Pengarang kitab ini yaitu Abu Yazid Abdurrahman bin Muhammad ash-Shughayyra bin Amir al-Akhdhari. Terjadi perbedaan pendapat di antara para ahli tentang sejarah dari kelahiran Imam Al Akhdary ini.

Menurut pendapat dari sebagian ahli sejarah beliau ini terlahir di desa dengan nama Benthious, Zab di bagian barat Aljazair di tahun 910 H atau 1504 M dan juga wafat pada tahun 953 H atau 1546 M. Tetapi jika dilihat dari keterangan beliau sendiri di akhir kitab Matan Sulam Munawraq beliau ini mengatakan bahwa kitab selesai dikarang pada usia 21 tahun di tahun 941.

Lalu bisa disimpulkan bahwa beliau ini lahirnya ada di sekitar tahun 920 H. Beliau lahir pada keluarga yang berpegangan teguh sekali pada Syara’ serta sangat membenci perbuatan dimana perbuatan tersebut menyalahi kitab dan juga sunnah.

Ayah dari beliau juga merupakan orang penting yaitu ulama yang mengarang Hasiah untuk Kitab Sayyidi Jalil. Kakek dari beliau merupakan Syeikh Muhammad bin Amir yang juga merupakan ulama tasawuf.

Beliau mengambil ilmu yaitu dari ayahnya sendiri Muhammad ash-Shughayyar serta dari Abang kandungnya yaitu Syeikh Ahmad.

Lalu pengarang Kitab Sulamun Nawarok (Mantiq) yaitu Syeikh Abdurrahman bin Muhammad al Akhdhari belajar pada para ulama lain yang ada didaerah Zab yaitu diantaranya ada Syeikh Sufi Abdur Rahman bin Laqrun, ada juga Syeikh Abdul Hadi al Fathnasi, Syeikh Abu Thaiyib, lalu melanjutkan kembali belajar ke provinsi Konstantin, Aljazair. Beliau kemudian mengambil ilmu dari Syekh Umar bin Muhammad Al Kumad al Anshari al Qusanthy yang sangat masyhur dan juga dikenal dengan nama al-Wazan.

Pada usianya yang masih muda beliau bahkan sudah menguasai berbagai ilmu serta sudah mampu mengajarkan berbagai macam ilmu tersebut yaitu ada ilmu hisab, ilmu mantiq, ilmu Balaghah, Falak, Lughah, Bahwu, Faraidh, Tauhid, Fiqh, dan juga Tasawuf.

Semasa hidupnya beliau habiskan untuk menekuni ibadah kepada Allah, menyebarkan ilmu, dan juga mengajar. Bahkan di waktu tertentu beliau ini juga berkhalwat dengan cara memfokuskan diri untuk terus berdzikir dan juga beribadah kepada Allah.

Pengarang Kitab Sulamun Nawarok (Mantiq) ini juga terus mengatur waktunya untuk menulis Kitab di berbagai disiplin ilmu. Murid dari Imam al Akhdhari dari ini terus berdatangan bahkan dari berbagai daerah sekalipun. Lihat juga mengajarkan kitab yang dikarang sendiri di hadapan para murid dan pelajar di kota Benthious kota tempat beliau dimakamkan.

Selain itu juga beliau sangat dikenal sebagai ulama sufi yang doanya mustajabah. Seperti contohnya doa beliau kepada Muqaddimah Matan sulam supaya Allah dapat menjadikan kitab beliau jadi manfaat untuk para pelajar serta menjadi sebuah jalan untuk dapat mempelajari kitab mantiq jauh lebih tinggi lagi dan permintaan ini sungguh terkabulkan.

  •     Imam Al ahdhar ini mulai menulis sejak masih usia belia yaitu menulis nadham as Siraj, fil Falak di usia 17 tahun, pada usia 20 tahun menulis nadham azahari al Mathalib fi Astharlab serta di usianya 21 tahun menulis nadham Salam Munawraq.
  •     Pada usia 24 tahun beliau mengarang nadham Al Qudsyah dan pada usia 30 tahun beliau mengarang nadham Jauhar Maknun.

Karya dari Imam Al Akhdhari ini berasal dari berbagai disiplin ilmu dan beliau berhasil menulis sebanyak 20 karangan bahkan ada juga yang mengatakan bahwa beliau ini berhasil menulis 30 karangan apa yang saat ini masih ada ataupun yang sudah tidak ditemukan lagi.

Sebagian besar dari karya beliau ini berbentuk nadam ataupun ringkasan dari kitab lain yang jauh lebih besar. Salah satu tujuannya yaitu beliau ingin mempermudah pelajar dalam menghafal setiap ilmu yang ada.

Beliau juga banyak menekankan pada pendidikan tasawuf akhlak bahkan juga beliau memberikan contoh tarkib dalam Balaghah. Hal tersebut menunjukkan kesufian beliau.

Kitab Sulamun Nawarok (Mantiq) Membahas Tentang?

Pengarang Kitab Sulamun Nawarok (Mantiq) yaitu Syekh Abdurrahman Al Akhdhari yang dijadikan sebagai kajian santri di pondok pesantren ususnya untuk pesantren tradisional. Kitab yang sangat penting ini merupakan kitab yang diperuntukkan untuk pemula yang sangat ingin memperdalam ilmu mantiq. Walaupun kitab ini terbilang sangat tipis tetapi memuat banyak bab dan juga fashal yang cukup banyak di dalamnya.

Dalam kitab ini terdapat berbagai bahasan yang baru yaitu terkait dalalah wadh’iyah, penyamaan lafadz beserta makna, syakal, qiyas, susunan dalam qiyas, pembagian hujjah dan lain sebagainya. Pada bab pertama dari pembahasan ini ada macam-macam ilmu baru yang dijelaskan terkait dengan tasawwur dan tashdiq. Contoh dari praktik yaitu ada di Kitab ilmu tauhid karya dari Syekh Nawawi al-Bantani.

Sebagai gambaran dari era reformasi kadang kita terburu-buru untuk melakukan tashdiq tanpa Anda bertashawwur dengan valid terlebih dahulu. Padahal urutan dari tashdiq ini telah Anda melakukan tashawwur.

Sahih dan tidaknya tashdiq ini bergantung dari tashawur. Praktik yang seperti ini tentu membahayakan karena sikap yang bertolak belakang dengan kenyataan. Ada juga pesan dari kitab sulamul munawaroq dengan fenomena ini yaitu satu hal yang paling relevan dengan kita yang seringnya terburu-buru. Pada bait terakhir beliau meminta untuk dimaafkan jika ada kesalahan di dalam kitabnya ini serta agar pembaca mau dan berkenan untuk membetulkan kesalahan tersebut.

Tetapi beliau yang merupakan pengarang Kitab Sulamun Nawarok (Mantiq) ini mewanti-wanti jika memperbaiki bukanlah atas dasar pembaca yang sepintas tetapi dengan angan-angan. Kesalahan pemahaman harus diluruskan karena hal ini akan menyebabkan kekeliruan.

Selain menulis Kitab ini Syekh Abdurrahman Al Akhdhari juga penulis karya lainnya. Karya tersebut juga banyak dipelajari oleh mayoritas pesantren yang ada di Indonesia.

Bagi Anda yang ingin mempelajari dengan lengkap kitab ini maka bisa mencoba mendaftar ke pondok pesantren Annajah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa pondok pesantren Annajah ini juga akan memberikan pembelajaran terkait dengan kitab tersebut.

Ada tenaga pengajar yang sudah profesional dalam memberikan berbagai pelajaran untuk Anda terkait dengan kitab ini dan pelajaran dalam agama Islam lainnya. Itulah beberapa biografi singkat pengarang Kitab Sulamun Nawarok (Mantiq) dan juga gambaran singkat dari kitab tersebut.

Baca juga Biografi Lengkap Pengarang Kitab Nashoihul Ibad