close
Dauroh Tahsin Tahfidz Ramadhan
Logo Website Annajah
Search

Perbedaan Tashrif Lughawi dan Tashrif Isthilahi beserta Contohnya

ini dia perbedaan tashrif lughowi dan tashrif istilahi

Table of Contents

Ada dua ilmu alat yang harus dipelajari untuk bisa menguasai Bahasa Arab. Ilmu tersebut adalah ilmu nahwu dan ilmu sharaf. 

Apabila kita bisa memahami kedua ilmu tersebut, maka kita tidak hanya jago dalam berbicara bahasa Arab, tetapi memaknai dan membaca kitab gundul pun akan mahir.

Ilmu Nahwu adalah ilmu kaidah bahasa Arab yang akan mempelajari perubahan-perubahan tanda baca di akhir kata Bahasa Arab. 

Perubahan-perubahan tanda baca tersebut ada hubungannya dengan posisi dari kata Bahasa Arab.

Sementara ilmu Sharaf adalah ilmu kaidah bahasa Arab yang akan membahas perubahan-perubahan kata dalam Bahasa Arab. 

Perubahan-perubahan kata ini akan mempengaruhi makna setiap kata tersebut.

Dalam ilmu sharaf ini, kita akan menemukan istilah tashrif. Tashrif artinya perubahan.

Maksudnya, tashrif adalah perubahan kata dari bentuk asalnya kepada bentuk yang lain guna mendapatkan makna yang diinginkan.

Ada dua macam tashrif (perubahan) yang akan kita temukan dalam ilmu sharaf, yakni tashrif lughawi dan tashrif isthilahi. 

Pada artikel ini, kita akan membahas dua model tashrif tersebut. Apa sajakah perbedaan tashrif lughawi dan tashrif isthilahi? Mari kita bahas bersama.

Tashrif Lughawi:  Definisi dan Contohnya

Tashrif lughawi adalah perubahan kata ke bentuk yang lain dengan mempertimbangkan jenis, jumlah dan kata gantinya. Jenisnya terdiri dari muannats (perempuan) dan mudzakkar (laki-laki).

Jumlahnya terdiri dari mufrad (tunggal), mutsanna (dua) dan jamak (banyak). 

Sedangkan kata gantinya, secara umum, terdiri dari mutakallim (orang yang berbicara), mukhathab (lawan bicara) dan ghaib (orang yang dibicarakan).

Tashrif lughawi dibagi menjadi tiga bagian, yakni tashrif fi’il madhi, tashrif fi’il mudhari’ dan tashrif fi’il amr. 

Penjelasan ketiganya sebagaimana berikut ini.

  1.       Tashrif Fi’il Madhi

Telah kita ketahui bahwa fi’il madhi merupakan kata kerja yang menunjukan peristiwa saat ini atau yang akan datang. Dalam tashrif fi’il madhi , ada beberapa karakteristik khusus dalam fi’il mudhari’ yang dapat kita perhatikan. Karakteristik itu berupa:

  •         Adanya huruf alif di awal ( أ )
  •         Adanya huruf nun di awal ( ن )
  •         Adanya huruf ya’ di awal ( ي )
  •         Adanya huruf ta’ di awal ( ت )

Fi’il madhi ini bisa ditafsirkan secara lughowi menjadi 14 bentuk, yakni:

 

Tashrif Lughawi Fi’il Madhi Dhamir

(telah)

Membuka

(telah)

Mengetahui

(telah)

Menolong

فَتَحَ عَلِمَ نَصَرَ هُوَ
فَتَحَا عَلِمَا نَصَرَا هُمَا
فَتَحُوا عَلِمُوا نَصَرُوْا هُمْ
فَتَحَتْ عَلِمَتْ نَصَرَتْ هِيَ
فَتَحَتَ َعَلِمَتَ نَصَرْتَ هُمَا
فَتَحْنَ عَلِمنَ نَصَرْنَ هُنَّ
فَتَحْتَ عَلِمْتَ نَصَرْتَ اَنْتَ
فَتَحْتُمَا عَلِمْتُمَا نَصَرْتُمَا اَنْتُمَا
َتَحْتُمْ عَلِمْتُمْ َصَرْتُمْ اَنْتُمْ
فَتَحْتِ عَلِمْتِ نَصَرْتِ اَنْتِ
فَتَحْتُمَا عَلِمْتُمَا نَصَرْتُمَا َنْتُمَا
فَتَحْتُنَّ عَلِمْتُنَّ نَصَرَتُنّ َنْتُنَّ
فَتَحْتُ عَلِمْتُ نَصَرَتُ ََاَنَا
فَتَحْنَا عَلِمْنا نَصَرَنَا نَحْنُ

 

  1.       Tashrif Fi’il Mudhari’

Telah kita ketahui bahwa fi’il mudhari’ merupakan kata kerja yang menunjukan peristiwa saat ini atau yang akan datang. 

Dalam tashrif fi’il mudhari’, ada beberapa karakteristik khusus dalam fi’il mudhari’ yang dapat kita perhatikan. 

Karakteristik itu berupa:

  •         Nun untuk kata ganti mutakallim jamak (kami)
  •         Hamzah untuk kata ganti mutakallim mufrad (saya)
  •         Ta’ untuk kata ganti mukhathab/ah, baik itu mufrad, mutsanna dan jamak dan kata ganti ghaibah mufrad dan mutsanna
  •         Ya’ kata ganti ghaib, baik mufrad, mutsanna, dan jamak dan kata ganti ghaibah jamak.

Fi’il mudhori’ bisa ditashrif secara lughowi menjadi 14 bentuk, yaitu:

 

Tashrif Lughawi Fi’il Mudhari’ Dhamir

(sedang)

Membuka

(sedang)

Mengetahui

(sedang)

Menolong

يَفْتَحُ يَعْلَمُ يَنْصُرُ هُوَ
يَفْتَحَانِ يَعْلَمَانِ يَنْصُران هُمَا
يَفْتَحُوْنَ يَعْلَمُوْنَ يَنْصُرُون هُمْ
تَفْتَحُ تَعْلَمُ تَنْصُرُ هِيَ
تَفْتَحَانِ تَعْلَمَانِ تَنْصُرَانِ هُمَا
تفْتَحْنَ يَعْلَمْنَ يَنْصُرْنَ هُنَّ
تَفْتَحُ تَعْلَمُ تَنْصُرُ اَنْتَ
تَفْتَحاَنِ تَعْلَمَانِ تَنْصُرَانِ اَنْتُمَا
تَفْتَحُوْنَ تَعْلَمُوْنَ تَنْصُرُوْنَ اَنْتُمْ
تَفْتَحِيْنَ تَعْلَمِيْنَ تَنْصُرِيْنَ اَنْتِ
تَفْتَحَانِ تَعْلَمانِ تَنْصُرَانِ َنْتُمَا
تَفْتَحْنَ تَعْلَمْنَ تتَنْصُرْنَ َنْتُنَّ
اَفْتَحُ اَعْلَمُ اَنْصُرُ ََاَنَا
نَفْتَحُ َنَعْلَمُ نَنْصُرُ نَحْنُ
  1.   Tashrif Fi’il Amr

Fi’il amr adalah kata kerja yang menunjukan tujuan untuk memerintah atau memohon. 

Tanda yang dapat kita perhatikan dalam tashrif fi’il amr ini ada pada akhir-akhir katanya.

Ciri-ciri mengenali kalimat fi’il amar adalah dengan melihat bahwa kata kerja tersebut bisa disisipkan nun taukid ( نُوْنُ التَوْكِيْدِ ). 

Nun taukid ( نُوْنُ التَوْكِيْدِ ) ialah huruf nun yang dapat melebih-lebihkan sebuah kata.

Fi’il ‘amr dan fi’il nahyi baik mabni fa’il maupun mabni maf’ul, bisa ditashrif menjadi 12 bentuk, yaitu:

 

Tashrif Lughawi Fi’il Amr Dhamir
Membukalah Mengetahuilah Menolonglah
لِيَفْتَحْ لِيَعْلَمْ لِيَنْصُرْ هُوَ
لِيَفْتَحَا لِيَعْلَمَا لِيَنْصُرَا هُمَا
لِيَفْتَحُوْا لِيَعْلَمُوْا لِيَنْصُرُوْا هُمْ
ِتَفْتَحْ لِتَعْلَمْ لِتَنْصُرْ هِيَ
لِتَفْتَحَا ِتَعْلَمَا لِتَنْصُرَا هُمَا
لِتفْتَحْنَ لِيَعْلَمْنَ لِيَنْصُرْنَ هُنَّ
لِتَفْتَحْ اِعْلَمُ اُنْصُرْ اَنْتَ
لِتَفْتَحاَ اِعْلَمَا اُنْصُرَا اَنْتُمَا
لِتَفْتَحُوْا اِعْلَمُوْا اُنْصُرُوْا اَنْتُمْ
لِتَفْتَحِيْ اِعْلَمِيْ اُنْصُرِيْ اَنْتِ
لِتَفْتَحَا اِعْلَما اُنْصُرَا َنْتُمَا
لِتَفْتَحْنَ اِعْلَمْنَ ُنْصُرْنَ َنْتُنَّ

 

Tashrif Isthilahi: Definisi dan Contohnya

Tashrif Isthilahi adalah perubahan bentuk kata dari satu bentuk ke bentuk yang lain dengan makna yang berbeda-beda. Adapun bentuk perubahan-perubahannya terdiri dari sebagai berikut:

  • Fi’il madhi’ (kata kerja lampau). Kata kerja yang menunjukan peristiwa di masa lalu.
  • Fi’il mudhari’ (kata kerja masa kini atau yang akan datang). Kata kerja yang menunjukan peristiwa yang sedang berlangsung atau masa yang akan datang.
  • Masdar (kata dasar). Kata ini memiliki fungsi untuk mengungkapkan kata bermakna tindakan dengan bentuk asal kata benda.
  • Isim fa’il (kata benda subjek). Kata ini memiliki fungsi sebagai petunjuk atau indikator subjek dari kata kerja.
  • Isim maf’ul (kata benda objek). Kata ini memiliki fungsi sebagai penunjuk objek/ benda dari kata kerja.
  • Fi’il ‘Amr (kata kerja perintah). Kata ini memiliki fungsi untuk menekankan kalimat perintah yang ditujukan pada seseorang.
  • Fi’il nahyi (kata kerja larangan). Kata ini bertujuan untuk memberikan perintah dari seseorang (penyuruh) kepada lawan bicaranya (disuruh) agar tidak melakukan suatu tindakan.
  • Isim zaman (kata penunjuk waktu). Kata ini memiliki fungsi untuk menunjukkan keterangan waktu.
  • Isim Makan (kata penunjuk tempat). Kata ini memiliki fungsi untuk menunjukkan keterangan tempat.
  • Ismi Alat (nama alat). Kata ini memiliki fungsi untuk menunjukkan alat atau objek kalimat dalam melakukan suatu pekerjaan

 

Contoh Pola Bentuk Kata
عَلِمَ فَتَحَ نَصَرَ فَعَلَ فعل ماض
يَعْلَمُ يَفْتَحُ يَنْصُرُ يَفْعُلُ فعل مضارع
عَلْمًا فَتْحًا\ مَفْتَحًا نَصْرًا\ مَنْصَرًا فَعْلًا\ مَفْعَلًا مصدر
عَالِمٌ فَأتِحٌ نَاصِرٌ فَاعِلٌ اسم فاعل
مَعْلُوْمٌ مَفْتُوْحٌ مَنْصُوْرٌ مَفْعُوْلٌ اسم مفعول
اِعْلَمْ اِفْتَحْ اُنْصُرْ اُفْعُلْ فعل أمر
لَاتَعْلًمْ لاَتَفْتَحْ لَا تَنْصُرْ لَا تَفْعُلْ فعل نهي
مَعْلَمٌ مَفْتَحٌ مَنْصَرٌ مَفْعَلٌ اسم زمان
مَعْلَمٌ مَفْتَحٌ مَنْصَرٌ مَفْعَلٌ اسم مكان
مِعْلَمٌ مِفْتَحٌ مِنْصَرٌ مِفْعَلٌ اسم آلة

 

Demikian penjelasan tashrif lughawi dan tashrif ishtilahi. 

Mengetahui dan memahami kaidah istilahi memang sebuah keharusan. 

Namun yang tak kalah penting, kita harus bisa menghafal perubahan kata tertentu karena tidak ada aturan baku dalam merubah bentuk kata tersebut.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi siapapun yang tertarik dengan kaidah kebahasaan khususnya Bahasa Arab.  

Semoga kita diberi pemahaman oleh Allah SWT tentang perbedaan tashrif lughawi dan tashrif isthilahi. 

Ingin belajar bahasa Arab lebih dalam lagi dan ditemani mentor yang berpengalaman di bidangnya?

Yuk gabung Program Tahsin Annajah!