Logo Website Annajah
Search

Penjelasan tentang Tafkhim dan Tarqiq dan Contohnya Lengkap!

pengertian tafkhim dan tarqiq disertai contoh tafkhim dan contoh tahqiq

Table of Contents

Dalam membaca Al-Quran ada aturan atau kaidah cara membacanya dan tidak dibaca dengan asal membaca saja. Dengan mempelajari kaidah membacanya kita tahu kemampuan membaca Al-Quran seseorang melalui kaidah-kaidah tersebut atau kita sebut Ilmu Tajwid.

Dalam ilmu tajwid kita belajar bagaimana cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar seperti salah satunya pada bab Tafkhim dan Tarqiq yang artinya Tebal dan Tipis. Dengan belajar bab ini kita dapat mengetahui mana yang harus dibaca tebal dan mana yang harus dibaca tipis dalam ayat-ayat Al-Quran. Dan perlu diketahui di sini ada dua huruf dalam materi ini yaitu Lam dan Ra’.

Apa Itu Tafkhim?

Tafkhim yaitu masdar dari wazan fakhkhoma – yufakhkhimu – tafkhiman,

فخّم – يفخّم – تفخيما

Yang berartikan menebalkan, sedangkan secara istilah tafkhim yaitu membaca atau membunyikan huruf hijaiyah tertentu dengan mulut yang dimajukan atau yang menjorok ke depan.

Huruf – huruf tafkhim dalam hijaiyah yang harus dibaca tebal atau ditafkhimkan yaitu :

ص – ض – ط – ظ – خ – غ – ق – ر- ل

Ketika huruf tujuh tersebut terdapat pada bacaan Al – Quran maka harus dibaca dengan tebal atau dengan tafkhim. Selain itu ada ketentuan sendiri untuk huruf ل ( lam ) dan ر ( ra ), huruf tersebut mempunyai ketentuan khusus berbeda dengan huruf – huruf tafkhim lainnya. Jadi penting sekali untuk mempelajari Tafkhim dan Tarqiq.

Contoh Tafkhim

Dari pengertian di atas telah dijelaskan bagaimana cara membaca Tafkhim dan di bawah ini adalah Hukum dan Contoh Tafkhim menurut jenisnya.

 

Hukum Bacaan Lam Tafkhim dan Contohnya

Huruf lam tafkhim ini berbeda dengan huruf tafkhim lainnya, ada ketentuan khusus sehingga huruf ini berbeda dengan huruf tafkhim lainnya. Huruf ini tetap dibaca tebal (tafkhim) apabila terdapat pada lafaz jalalah ( لفظ الجلالة ), yaitu pada lafadz الله yang didahului dengan huruf yang berharokat fathah atau dhammah.

Contohnya :

سبحانَ الله

Sebab sebelum lafadz jalalah didahului oleh huruf yang berharokat fathah.

نورُ الله

Sebab sebelum lafadz jalalah didahului oleh huruf yang berharokat dhammah.

 

Hukum Ra’ Tafkhim dan Contohnya

Huruf ra tafkhim dibaca tebal apabila huruf ra berada di awal atau tengah lafadz dengan ketentuan sebagai berikut.

  •     Ra’ berharokat fathah.

Contohnya : رَبّنا, رَحمة الله

  •     Ra’ berharokat dhammah.

Contohnya : رُزقنا, ويأمرُون

  •     Huruf ra’ di sukun dan harokat sebelumnya adalah fathah atau dhammah.

Contohnya : مَرْيم, قُرْآنا

  •     Huruf ra’ disukun dan sebelumnya berharokat kasroh dengan jelas.

Contohnya : اِرحمنا

  •     Huruf ra’ disukun dan sebelumnya berharokat kasroh dan yang dikasroh ada pada huruf sebelumnya.

Contohnya : مِرْصاد, قِرْطاس

Huruf ra’ yang dibaca tebal tetapi berada di akhir lafadz dan itu diwaqofkan.

  •     Harokat sebelum huruf ra’ di akhir adalah fathah.

Contohnya : هو الأبْتَرْ

  •     Harokat sebelum ra’ di akhir adalah dhammah.

Contohnya : ودُسُرْ

  •     Ra’ di akhir lafadz berharokat sukun.

Contohnya : والعصْر

  •     Ra’ yang huruf sebelumnya alif atau wawu.

Contohnya : النَّار

Apa Itu Tarqiq?

Tarqiq adalah Masdar dari wazan roqqoqo – yuroqqiqu – tarqiiqon,

رقّق – يرقّق – ترقيقا

Yang artinya menipiskan, sedangkan menurut istilah Tarqiq yaitu membaca atau membunyikan huruf hijaiyah tertentu dengan tipis atau suara kecil.

Bacaan Tarqiq terbagi menjadi 3, yaitu

  1.     Ketika ada huruf lam pada lafadz jalalah dan didahului oleh huruf yang berharokat kasroh.
  2.     Ketika huruf ra’ berharokat kasroh atau huruf ya’ berharokat sukun.
  3.     Ketika ra’ sukun dan huruf sebelum ra’ berharokat kasroh dan huruf sesudah ra’ bukan huruf isti’la.

Contoh Tarqiq

Setelah kita mempelajari pengertian Tarqiq pada bab Tafkhim dan Tarqiq, kita akan memasuki contoh dan hukum Tarqiq yang tersebut ada 2 yaitu Ra’ Tarqiq dan Lam Tarqiq.

Hukum bacaan Ra’ Tarqiq dan Contohnya

Huruf Ra’ tarqiq yaitu huruf ra’ berharokat kasroh di awal di tengah maupun di akhir kalimat, baik isim maupun fi’il.

Contohnya : رِجَالٌ – رِزْقٌ

Huruf ra’ yang sebelumnya huruf ya’ sukun.

Contohnya : قَدِيْرٌ

Huruf sebelum ra’ berupa ya’ layyin.

Contohnya : جَيْرٌ

Huruf ra’ disukun, huruf sebelum ra’ dikasroh dan huruf sesudah ra’bukan huruf isti’la.

Contohnya : فِرْعَوْنَ – أَنْذِرْهُم

Catatan : huruf isti’la yaitu ada tujuh kho, shod, dhod, ghin, tha’, dho, qof.

Hukum Bacaan lam tarqiq dan Contohnya

Huruf lam dibaca tarqiq (tipis) apabila terdapat pada lafadz jalalah ( lafadz tuhan yang agung ) الله dan didahului oleh huruf yang berharokat kasroh atau huruf sebelumnya berharokat kasroh.

Contohnya :

بِسْمِ الله – الْحَمْدُ لِلّه

Semua lam yang tidak berada pada lafadz jalalah sebagaimana seperti di atas maka harus dibaca tipis (tarqiq). Contohnya :

لَيَعْلَمُوْن – اِلى الاِبْل – مِنَ الْعِلْمِ – كَلاَّ لَوْتَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْن

Cukup sampai di sini kita mempelajari tentang Tafkhim dan Tarqiq, semoga ilmu yang kalian dapatkan bisa kalian amalkan dengan sebaik baiknya.

Perlu kita ketahui bahwa membaca Al-Quran perlu dengan ilmu tajwid maka itu kita perlu mempelajari ilmu tajwid agar bacaan Al-Quran kita terbaca dengan baik dan benar. Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah Fardhu Kifayah dan Hukum membaca Al Quran dengan baik dan benar menurut kajian Tajwid itu Fardhu ‘Ain.

Bagi orang yang belum mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar, wajib hukumnya untuk mempelajari ilmu tajwid atau sesuai dengan standar agar dapat membaca Al Quran dengan baik dan benar tidak asal-asalan membaca.

Karena membaca Al Quran harus benar dan tartil serta mengetahui makhorijul huruf dimana saatnya berhenti dan dimana saatnya lanjut membaca. Maka dari itu upaya dalam membaca Al Quran dengan baik benar serta tartil ialah belajar ilmu tajwid seperti materi yang sudah dijelaskan di atas tentang Tafkhim dan Tarqiq.

Dalam Ilmu Tajwid masih banyak lagi materi-materi di dalamnya yang perlu kita pelajari agar bacaan Al Quran kita menjadi baik dan benar, masih banyak lagi pelajaran-pelajaran dalam Ilmu Tajwid yang sangat perlu kita pelajari untuk memperindah bacaan Al Quran.

Allah SWT Berfirman :

اَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتيْللاً

Artinya :

“Atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan lahan.” (Q.S Al Muzammil : 4)

Ibnu Katsir menjelaskan dalam ayat ini untuk membaca Al Quran dengan pelan ( perlahan lahan ) maka bisa kita pahami hayati dan renungi makna dari ayat Al Quran tersebut, dan demikian Rasulullah SAW membaca Al Quran dengan perlahan sampai Siti Aisyah R.A mengatakan bahwa bacaan Al Quran beliau lebih lama dari pada yang lain.

Cukup pembelajaran Tentang Tafkhim dan Tarqiq, bacalah juga Pembelajaran Ilmu Tajwid karena masih banyak kaidah-kaidah tajwid yang perlu dipelajari untuk memperindah dan mentartilkan bacaan Al Quran kita. 

Baca juga Makhorijul Huruf : Penjelasan, Jenis dan Contohnya

Yuk belajar ilmu terbaru seputar tahsin Al-Quran dan bahasa Arab bersama Pondok Tahfidz Annajah Kampung Inggris Pare. Di sini Anda akan mendapatkan atmosfer dan sensasi belajar yang kondusif serta berbeda dari yang lainnya. 

Tunggu apa lagi? Yuk daftarkan diri Anda sekarang juga!

Serunya Al-Qur'an Boot Camp Saat Liburan