Logo Website Annajah
Search

3 Metode Menghafal Al-Qur’an: Ziyadah, Muraja’ah, dan Tasmi’

penjelasan lengkap seputar perbedaan ziyadah, murojaah dan tasmi dalam ilmu tahfidz

Table of Contents

Kita sebagai umat muslim tentu tak asing dengan Tahfidz Al Quran. Menjaga Al Quran dengan menghafal sudah diterapkan oleh Rasulullah SAW dan setiap wahyu yang diturunkan oleh malaikat Jibril, Rasulullah SAW langsung menghafalnya. Saat ini ada banyak umat muslim yang telah hafizh atau sudah menghafalkan 30 juz Al Quran, serta ada banyak pula yang masih berproses dalam beberapa juznya.

Hal tentang menghafal Al Quran diteruskan oleh sahabat nabi di tanah Arab, hingga setelah wafatnya Rasulullah banyak peperangan terjadi sehingga banyak pula para hafizh Quran yang wafat. Hingga akhirnya pada zaman pemerintahan Usman Bin Affan mulailah Al Quran dikumpulkan dengan modal para hafizh yang tinggal sedikit yang akhirnya dapat kita gunakan sampai sekarang ini.

Untuk menghafal Al-Quran, ada beberapa metode yang efektif untuk diterapkan. Disini untuk metode menghafal yang akan diterangkan ada 3 yaitu Ziyadah, Muraja’ah, dan Tasmi’. Secara umum 3 aliran atau metode menghafal Al Quran tersebutlah yang dilakukan oleh para penghafal Al Quran di zaman sekarang.

Apa Itu Ziyadah?

Ziyadah dalam hafalan Al Quran biasanya berpasangan dengan Kata Muraja’ah pada pembelajaran Tahfidz. Sedangkan untuk artinya dalam Bahasa Arab adalah menambah berasal dari kata zaada – yaziidu ziyaadatan yang artinya bertambah.

Maksud ziyadah dalam menghafal Al Quran adalah metode menghafal dengan menambah hafalan baru. Kita bisa menyebut kedua metode menghafal Al Qurah di atas sebagai aktivitas teratur dan seperti makanan sehari-hari dalam pondok tahfidz Al Quran.

Berikut adalah Langkah-langkah menghafal ayat Al Quran menggunakan metode Ziyadah

  1.     Memperbaiki bacaan dan gunakan metode menghafal yang tepat.
  2.     Ayat dibaca dengan mengulang ulang 10 sampai 20 kali pada setiap ayatnya, jika sekiranya sudah lancar maka bisa dilanjutkan dengan ayat selanjutnya.
  3.     Memperbanyak mendengar murottal, dapat mengatur waktu yang baik untuk menghafal Al Quran dan harus Istiqomah.

Contoh Ziyadah

Contoh dalam metode menghafal Ziyadah, dengan menambah hafalan ayat Al-Quran semisal Ahmad telah menghafal 50 ayat surah Al Baqarah dan sudah hafal dengan baik dan lancar. Maka Ahmad menambahkan hafalan lagi dengan metode menambah ayat dan Ahmad pun menambah hafalan ayatnya karena ayat sebelumnya sudah dia hafal dengan baik dan lancar. Ahmad mengulang ayat baru tersebut hingga 10 sampai 20 kali hingga Ahmad benar-benar hafal dan lancar.

Apa itu Muraja’ah?

Definisi Muraja’ah adalah berasal dari kata Bahasa Arab yang bunyinya roja’a – yarji’u – muraaja’ah yang artinya Kembali, yaitu Kembali mengulang hafalan yang sudah ada.

Sedangkan secara istilah, Muraja’ah berarti mengulang kembali ayat yang sudah dihafalkan atau mengingat kembali ayat yang sudah dihafalkan. Muraja’ah disebut metode pengulangan hasil pembelajaran secara berkala.

Cara Muraja’ah yang benar adalah dengan membaca atau menghafal kembali ayat Al Quran baik membuka mushaf ataupun tidak namun dengan melihat mushaf juga dianjurkan karena untuk tadabbur terjemah dan tulisan bisa disadari dalam menghafal Al Quran.

Metode hafalan ini bisa dengan mandiri, didengarkan teman, atau guru hafalan dan metode hafalan ini dapat dilakukan dimanapun dan kapan pun. Cara menghafal Al Quran baik dalam proses ataupun Muraja’ah setelah menghafal sebagai berikut.

1.  Muraja’ah Mandiri

Seseorang yang sudah menghafal ayat Al-Quran harus pandai mengatur waktu dalam mengulangnya atau Muraja’ahnya setidaknya dalam seminggu minimal 2 kali dan maksimal sesering mungkin karena untuk lebih melancarkan hafalan.

2. Muraja’ah Bersama teman

Muraja’ah Bersama teman dapat meningkatkan komitmen Bersama.

3. Muraja’ah kepada guru

Seseorang yang menghafal Al Quran harus mempunyai guru yang belajar Al Quran juga melalui gurunya tersebut. Sebab, dalam menghafal Al Quran, sanad ketersambungan ilmunya tidak dapat diwakilkan dengan teknologi mp3 tanpa kehadiran gurunya secara langsung.

4. Muraja’ah Pasca Hafal

Muraja’ah Pasca Hafal adalah metode menghafal kembali hafalan Al Quran yang sudah dihafalkannya. Metode ini adalah proses membangkitkan atau mengingat lebih hafalan dengan cara mengulang ulang secara terus menerus agar lancar.

Contoh Muraja’ah

Contoh Muraja’ah sendiri ketika kita sedang sendiri setelah sholat atau sedang di masjid bukalah mushaf sembari mengulang hafalan yang sudah dihafalkan. Atau ketika sedang bersama teman, bisa juga memintanya untuk menyimak bacaan hafalan Al Qurannya yang diulang dan mintalah untuk membenarkan bacaan yang salah.

Muraja’ah bersama guru atau pembimbing, biasanya metode seperti ini dilakukan di sebuah pondok tahfidz yang para siswanya menghafal Al Quran dan masing-masing memiliki pembimbing yang membantu dalam menghafal dan setoran hafalan. Cara ini dilakukan dengan waktu yang telah ditentukan oleh pembimbing ataupun pihak pondok sehingga hafalan para siswa teratur.

Apa Itu Tasmi’

Tasmi’ berasal dari kata Bahasa Arab yang bunyinya sami’a – yasma’u – tasmi’an yang artinya mendengarkan. Pengertian secara istilah adalah sebuah metode menghafal Al Quran dengan mendengarkan suatu bacaan untuk di hafal.

Metode ini sangat efektif untuk para penghafal Al Quran yang memiliki daya ingat tinggi atau mudah mengingat, terutama bagi penghafal tuna netra atau anak usia dini yang belum mengerti dan belum mengenal baca tulis Al Quran dengan tepat. Metode ini dapat dilakukan dengan mendengarkan guru atau mendengarkan kaset.

 Metode ini dapat di implementasikan dengan 2 alternatif yaitu sebagai berikut :

1. Penghafal mendengarkan ayat yang dihafal dari guru yang membimbingnya.

Dalam hal ini guru dituntut berperan lebih aktif, sabar, dan teliti dalam membacakan ayat satu persatu sehingga penghafal dapat menghafalnya dengan baik.

2. Penghafal merekam terlebih dahulu ayat yang akan dihafal ke alat rekam sesuai kemampuan menghafalnya kemudian rekaman diputar dan didengarkan sembari diikuti secara perlahan lahan.

Metode ini dilakukan secara terus menerus hingga hafal sampai luar kepala. Dalam metode ini penghafal membutuhkan alat bantu seperti tape recorder, earphone dan lain-lain.

Contoh Tasmi’

Contoh ini seorang yang menghafal menyiapkan tape recorder atau perekam suara pada gadget untuk merekam ayat Al Quran yang akan dihafalkan atau dengan menggunakan rekaman yang sudah ada lalu didengarkan dan diikuti secara perlahan lahan.

Metode ini cocok bagi siswa penghafal Al Quran yang memiliki daya ingat tinggi maka itu dengan cara mendengarkan seperti nama metode tersebut dia dapat menghafal cukup dengan mendengarkan ayat Al Quran yang sudah dalam rekaman.

Atau juga bisa mendengarkan dari guru atau pembimbing yang sudah hafal Al Quran dan siswa mendengarkan lantunan ayat yang dibacakan oleh guru atau pendamping sembari di ikuti secara perlahan lahan sampai penghafal dapat menghafal dengan baik dan lancar.

Dalam menghafal Al Quran perlu Istiqomah dan berjuang untuk menghafalkannya karena setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda beda, ada yang mudah menghafal ada juga yang perlu bimbingan lebih dari guru tahfidz.

Demikian tadi beberapa penjelasan dari Ziyadah, Muraja’ah dan Tasmi’ beserta contohnya.

Baca juga artikel Macam-Macam Kelas Kata dalam Bahasa Arab yang Harus kamu Pahami