close
Dauroh Tahsin Tahfidz Ramadhan
Logo Website Annajah
Search

Ilmu Tasawuf : Pengertian, Dasar dan Macamnya

Table of Contents

Ilmu tasawuf adalah salah satu ilmu dalam ajaran Islam yang dikembangkan oleh para sufi. Istilah tasawuf sendiri asalnya dari bahasa Arab, yaitu “tasawwafa atau yatashowwaru – thoshowwuf”. Maknanya yaitu berbulu banyak, yang mana hal ini menjadi ciri-ciri seorang Sufi yang mengenakan pakaian khas dari bulu domba atau wol.

Pengertian Ilmu Tasawuf Menurut Ahli Agama Islam

Adapun beberapa pengertian ilmu tasawuf menurut para ahli yaitu sebagai berikut.

1. Abu Al Husain Al Nuri

Tasawuf tidak sebatas ilmu atau wawasan tapi merujuk pada akhlak. Jika tasawuf sebatas wawasan maka ia bisa dicapai hanya dengan kesungguhan dan jika tasawuf sebatas ilmu maka ia bisa dicapai hanya dengan belajar.

Namun tasawuf hanya bisa dicapai melalui akhlak ketuhanan sehingga seseorang tidak dapat menerima akhlak ketuhanan hanya melalui wawasan dan ilmu saja.

2. Ma’ruf Al Karkhi

Ilmu tasawuf adalah hakikat dan keputusan pada segala yang ada di tangan makhluk. Dalam hal ini, siapa pun yang tidak benar-benar fakir, maka dia tidak benar-benar tasawuf.

3. Zun Nun Al Misri

Sufi yaitu orang yang tidak merasa kesusahan karena kondisi ketiadaan, dia juga tidak suka meminta-minta.

4. Abi Muhammad Ruwaim

Ilmu tasawuf adalah proses membiarkan diri bersama Allah menurut apa yang telah dikehendaki-Nya. 

5. Al Junaid

Tasawuf yaitu kegiatan untuk membersihkan hati dari hal-hal yang mengganggu perasaan, menjauhi hawa nafsu memadamkan kelemahan dan mendekatkan diri padahal hal-hal yang diridhoi Allah, serta dilandasi ilmu-ilmu hakikat.

6. Syeikh Abdul Qadir Jaelani

Ilmu tasawuf yaitu upaya untuk menyucikan hati serta melepaskan diri dari keinginan hawa nafsu yang pangkalnya dengan taubah, ikhlas dan riyadhoh.

7. Syeikh Ibn Ajibah

Tasawuf yaitu ilmu yang dapat menuntun seseorang supaya mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha esa lewat penyucian rohani dan melakukan berbagai amalan saleh. Jalan tasawuf dalam hal ini yang pertama yaitu ilmu, kedua yaitu amal dan terakhir yaitu karunia ilahi.

Dasar Al-Qur’an Ilmu Tasawuf

Ilmu tasawuf juga dijelaskan dalam Al-Qur’an sehingga dapat dijadikan sebagai dasar hukum. Berikut ini merupakan hukum dalam Al-Qur’an terkait ilmu tasawuf.

1. Q.S. Al Kahfi Ayat 65

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ اٰتَيْنٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّا عِلْمًا

Artinya: “Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.”

2. Q.S. Qaf Ayat 16

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗ ۖوَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”

3. Q.S. Al Baqarah Ayat 186

وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ

Artinya: “Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang aku, maka jawablah, bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa jika ia memohon kepadaku, maka hendaklah mereka memenuhi segala perintahku dan hendaklah mereka beriman kepadaku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

4. Q.S. Al Baqarah Ayat 155

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: “Dan kepunyaan Allah lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha luas (rahmat-Nya) lagi Maha mengetahui.”

5. Q.S Al A’la Ayat 14-15

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ

Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman) dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.”

Macam-macam Ilmu Tasawuf

Dalam buku Hakikat Ilmu Tasawuf, beberapa jenis tasawuf dibagi menjadi tiga macam.

1. Tasawuf Falsafi

Tasawuf falsafi yaitu pendekatan rasional yang menggunakan pemikiran sebagai bahan kajian untuk kalangan para filsuf. Misalnya filsafat tentang manusia, Tuhan dan hubungan antar keduanya.

Sederhananya, tasawuf falsafi adalah tasawuf yang mendasarkan gabungan teori tasawuf dan filsafat yang memiliki makna mistik metafisik. Dalam kategori ini, tasawuf tidak bisa dikategorikan sebagai tasawuf yang sesungguhnya karena teorinya dikemukakan menggunakan bahasa filsafat.

2. Tasawuf Akhlaqi

Tasawuf akhlaki disebut juga tasawuf Sunni yang berfokus pada teori perilaku, akhlak, budi pekerti, atau perbaikan akhlak. Kategori tasawuf ini disusun dengan metode tertentu yang berusaha untuk menghindari akhlak mazmumah dan membentuk akhlak mahmudah. Tasawuf kategori ini dikembangkan oleh para ulama Sufi.

3. Tasawuf Syi’i

Tasawuf Syi’i menganggap bahwa manusia bisa meninggal dengan Tuhannya karena memiliki kesamaan esensi antar keduanya. Menurut Ibnu Khaldun, tasawuf falsafi dan tasawuf Syi’i memiliki kedekatan, di mana Syi’i mempunyai pandangan ketuhanan iman-iman mereka. Menurutnya kedua kategori tasawuf ini memiliki kesamaan.

Jadi, ilmu tasawuf adalah ilmu yang digunakan untuk membersihkan jiwa serta membersihkan segala keburukan dengan menumbuhkan akhlak terpuji. Demikianlah penjelasan mengenai ilmu tasawuf.