Logo Website Annajah
Search

Isim Fail: Pengertian, Fungsi, dan 15 Contoh Kalimatnya

Table of Contents

Tata bahasa pada bahasa Arab memiliki pembahasan dan pengetahuan yang luas sekali cakupannya. Dalam bahasannya kita akan mempelajari dan menelusuri lebih dalam mengenai beberapa macam isim yang ada dalam suatu kalimat, yang salah satunya adalah isim Fail.

Isim Fail mempunyai kaidah yang hampir sama dengan kaidah kalimat dalam bahasa Indonesia. Penggunaannya dalam kalimat, isim fail ini berpasangan dengan isim maf’ul yang memiliki perbedaan makna dan posisi sebagai subjek dan objek.

Apa Itu Isim Fa’il?

Menurut kaidah dalam kebahasaan Arab, perubahan dalam suatu kata maupun kalimat tersebut tidak semudah seperti pada tatanan bahasa Indonesia. Terdapat beberapa aturan tersendiri yang didasarkan pada ilmu kebahasaan Arab, salah satunya dalam penggunaan isim fa’il yang dapat dipelajari dengan mudah dimulai dari tingkat konsep dasar sebuah kalimat untuk dijadikan patokan dalam merubah isim menjadi fa’il.

Secara sederhana, isim fa’il merupakan sebuah subjek di mana dengan keberadaannya merupakan hasil dari transformasi sebuah kata kerja yang diubah menjadi kata benda untuk menunjukkan pelaku dari kata kerja yang akan dilakukan. 

Contohnya yaitu pada kata “tulis” atau “menulis” akan berubah menjadi “penulis”. 

Apabila dalam tatanan kaidah bahasa Indonesia, perubahan kata kerja itu hanya perlu ditambahkan awalan “pe-“ atau “pen-“ saja, namun dalam bahasa Arab tentu akan berbeda.

Fungsi Isim Fa’il

Berikut ini fungsi dari isim fail:

  1. Dapat Merubah Fi’il Lazim (Kata Kerja Intransitif)

Fi’il Lazim merupakan kata kerja yang tidak lagi menggunakan imbuhan maupun objek agar dapat membuat sebuah kalimat yang tersusun sempurna. Perubahan ini akan menyebabkan fi’il lazim berubah menjadi isim fa’il ber-i’rab rofa’ dengan kata yang mempunyai huruf akhir berharakat dhammah tanwin/wau/alif/nun.

  1. Dapat Merubah Fi’il Mu’tadi (Kata Kerja yang Membutuhkan Objek) 

Fi’il mu’ merupakan kata kerja yang membutuhkan objek sebagai syarat untuk menjadi kalimat yang sempurna dan berimbuhan menjadi ber-i’rab rofa’. Isim Fa’il dapat berfungsi dengan mengubah maf’ul bih atau objek menjadi berharakat fathah/ alif /kasrah yang sering disebut beri’rab nashab. 

Contoh Kalimat Isim Fail

Untuk memudahkan dalam pemahaman mengenai penjelasan tentang materi Isim Fa’il, maka terdapat beberapa contoh yang akan digunakan agar dapat memahami Isim Fa’il dengan lebih mudah. Dengan melihat contohnya, maka akan lebih mudah dimengerti dibandingkan hanya dengan pemahaman materi saja. 

Berikut adalah beberapa contoh dari Isim Fa’il.

  1. مَنْ قَوِيٌّ اَنْتَ عِنْدَمَا تَمَرَضَ؟ Artinya “Siapa orang yang menguatkan kamu ketika kamu sakit?” Kata Qowiyyun merupakan salah satu contoh kata objek yang menempati kedudukan sebagai isim fa’il.
  2. رَاَى زَيْدٌ مَرْاَةً جَمِيْلَةً Artinya “Zaid melihat wanita yang cantik”. Kata Zaidun merupakan salah satu contoh penggunaan isim fa’il.
  3. يُعْطَى حَسَنٌ الْمَالَ لِلْمُعَلِّمِ Artinya “Seseorang yang baik memberikan uang kepada guru”. Kata Khasanun merupakan salah satu contoh penggunaan isim fa’il.
  4. دَرَّسَ مُدَرِّسٌ الْلُقَةَ الْعَرَبِيَّةَ فِى الْفَصْلِ Artinya “Pengajar mengajar bahasa arab di kelas”. Kata Mudarrisun merupakan salah satu contoh penggunaan isim fa’il.
  5. هُوَ فَاتِحٌ هَذَا الْبَابُ Artinya “Dia merupakan orang yang membuka pintu ini”. Kata Fatikhun merupakan salah satu contoh penggunaan isim fa’il.
  6. قَرَأَ طَالِبُ الْقُرْآنَ فِى الْمَسْجِدِ  Artinya “Belajar membaca Al Qur’an di masjid”. Kata Tholibun merupakan salah satu contoh penggunaan isim fa’il. 
  7. نَصَرَ الْمُهَنْدِسُ الْاَطْفَالَ فِى الْمَدِيْنَةِ Artinya “Insinyur menolong anak-anak di kota”. Kata Muhandisun merupakan salah satu contoh penggunaan isim fa’il.
  8. ذَهَبَ الْعُلَمَاءُ فِى الْقَرْيَتِى Artinya “Ulama’ pergi ke desa saya”. Kata Ulama’un merupakan salah satu contoh penggunaan isim fa’il.
  9. هُوَ عَالِمٌ عَنِ الْلُغَةِ الْاِنْجِيْلِيْزِيَةِ Artinya “Dia adalah orang yang mengetahui tentang bahasa inggris”. Kata ‘Alimun merupakan salah satu contoh penggunaan isim fa’il.
  10. هُوَ غَازٍ مِنْ بِلَاِدِهِمْ Artinya “Dia adalah orang yang menyerang dari Negara mereka”. Kata Ghozin merupakan salah satu contoh penggunaan isim fa’il.
  11. ُجَاءَ العلماء   Artinya “Para ulama telah datang”. Lafadz  العلماء telah menempati kedudukan sebagai fa’il dimana kata tersebut, merupakan pelaku dari kata ja’a yang berarti datang. Kata ‘ulama’ dibaca rofa’ dengan tanda rofa’nya adalah dhommah karena termasuk kedalam jamak taksir, maksudnya adalah isim yang menunjukan arti banyak dengan bentuk yang disesuaikan dengan shighatnya.
  12. جَاءَ المؤمنون  Artinya “Orang-orang mukmin telah datang”. Lafadz المؤمنون merupakan sebuah fa’il dibaca rofa’ dengan tanda rofa’nya ditambah huruf wawu yang termasuk kedalam jamak mudzakkar salim, yang artinya isim yang menunjukan arti banyak untuk jenis mudzakkar atau lelaki dengan menambahkan huruf wawu dan nun saat rofa maupun menambahkan huruf ya dan nun di akhir kata saat nashab dan jar.
  13. جَاءَ المُسْلِمَاتُ   Artinya “Para muslimah itu telah datang”. Lafadz المُسْلِمَاتُ adalah bagian fa’il dibaca rofa’ dengan tanda rofa’nya merupakan sebuah dhommah karena termasuk jamak muannats salim, artinya adalah isim yang menunjukan arti banyak yang telah dikhususkan untuk perempuan dengan penggunaannya yang menambahkan huruf alif dan ta di akhir kata.
  1.   ُجاء زيد القائم ابنُه Artinya “Zaid yang anaknya berdiri telah datang”. Kata ابنُه ini dibaca dengan rafa’ sehingga menjadi sebuah fail dari kata القائم. Dan kata al-Qaimu ini bukan fa’il karena meskipun mempunyai makna seperti fiil karena ia termasuk syibhul fi’il atau serupa fiil. Sedangkan kata ibnuhu itu dibaca rafa’ sebagai fail dengan alamat dhammah karena termasuk ke dalam isim mufrad.
  1. ُجاء الرجل المجهول اسمُه Artinya “Seorang laki-laki yang tidak diketahui namanya telah datang”. Kata اسمُه ini dibaca menggunakan rafa’ karena berkedudukan sebagai fail dari sebuah kata المجهول. Kata al-majhul ini merupakan sebuah syibhul fiil atau serupa fiil dimana ia akan berlaku sebagai kata kerja yang merafa’kan kata ismuhu.

Belajar isim fail bukanlah hal yang mudah, maka dari itu kamu harus mempelajarinya dengan konsisten. Jika kamu ingin belajar bahasa Arab lebih dalam, kamu bisa gabung Pondok Tahfidz Annajah sekarang juga!