Logo Website Annajah
Search

Isim Tasniyah: Definisi, Fungsi, Anggota dan Contohnya

isim tasniyah

Table of Contents

Definisi isim tasniyah

Belajar isim dalam Bahasa Arab, maka tak lepas dengan mufrod, tasniyah (mutsanna), dan jamak. 

Kalau dalam bahasa Indonesia biasa dikenal dengan tunggal, ganda, dan jamak.

Dalam setiap bahasa ada penyebutan sendiri yang pada intinya sama. 

Kali ini kita belajar khusus untuk isim tasniyah (mutsanna) atau ganda dalam bahasa arab.

Agar memudahkan dalam memahami isim tasniyah (mutsanna), perlu digaris bawahi bahwa isim tersebut untuk menunjukkan segala sesuatu yang ganda atau dobel. Itu dulu.

Ada aturan khusus atau rumus yang sudah dijelaskan dalam ilmu nahwu untuk pembuatan isim tasniyah yaitu,

          Dengan menambahkan alif  dan nun  pada huruf terakhirnya saat dalam keadaan rofa.

          Dengan menambahkan ya dan nun pada huruf akhirnya ketika dalam keadaan nashob  dan jer.

Isim tasniyah adalah bentuk mashdar dari kata tsanna-yusanni (ثَنَّى-يُثَنِّي) yang berarti ganda atau berlipat dua.

Dari penjelasan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa isim tasniyah adalah isim yang menunjukkan makna dua atau ganda. Ketika dalam keadaan rofa’ ada tambahan alif dan nun,  ketika nashob dan jer, ditambahkan ya’ dan nun.

Definisi atau pengertian tersebut sesuai dalam ilmu nahwu yaitu;

مَادَلّ عَلَى اثْنَيْنِ بِأَلِفٍ وَنُوْنٍ فِى آخِرِهِ فِى حَالَةِ الرَّفْعِ وَيَاءٍ وَنُوْنٍ فِى حَالَتَى النَّصْبِ وَالجَرِّ

Isim mutsanna adalah lafadz yang menunjukan makna dua/ganda dengan menggunakan alif dan nun di akhirnya jika dalam keadaan rafa’, dan menggunakan ya dan nun jika dalam keadaan nashob dan jer.

Contoh Isim Tasniyah

untuk memudahkan pemahaman silahkan cermati contoh isim tasniyah dibawah ini,

Dalam keadaan rofa’, kata ( رَجُلٌ ) yang bermakna seorang lelaki berubah menjadi  رَجُلَانِ , yang bermakna dua orang lelaki.

Sedangkan dalam keadaan nashob dan jer , kata ( رَجُلٌ ) yang bermakna seorang lelaki berubah menjadi  رَجُلَيْنِ.

Dalam Al Quran ada banyak contoh isim tasniyah baik yang rofa’, jer, maupun nashob. kali ini saya ambilkan contohnya pada potongan ayat dalam al quran, agar kamu lebih memahami lagi.

  1.   قَالَ رَجُلاَنِ مِنَ الَّذِينَ يَخَافُونَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمَا  (contoh dalam keadaan rofa’) 
  2.   فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلاَنِ هَذَا مِنْ شِيعَتِهِ وَهَذَا مِنْ عَدُوِّهِ (contoh dalam keadaan nashob) 
  3.   قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا (contoh dalam keadaan jer) 

Contoh lain didalam sebuah kalimat,

  1.   فَتَحَ رَجُلَانِ القُرْآنَ artinya dua orang lelaki telah membuka al qur’an. (contoh dalam keadaan rofa’)  
  2.   اِشْتَرَيْتُ كِتَبَيْنِ artinya Saya membeli 2 buku, (contoh dalam keadaan nashob)
  3.   قَرَأْتُ الْقُرْآَنَ فِى الْمَسْجِدَيْنِ Artinya Saya telah membaca Al Qur’an di dua masjid, (contoh dalam keadaan jer) 

Ciri-ciri Mudah Mengenali Isim Tasniyah

Perlu diingat bahwa I’rob dari isim hanya bisa tiga saja yakni rofa’, nashob, dan Jer. Tanda rofa’ dalam isim tasniyah menggunakan (alif) sedangkan tanda nashob dan jer menggunakan (ya).

Jika kamu bisa memahami tanda-tanda dari isim tasniyah, maka insya allah mudah untuk mengenalinya.

Karena bahasa arab tidak lepas dari yang namanya tanda dan wazan.

Pembagian Isim Tasniyah

Sebagai tambahan, perlu kamu tahu bahwa isim tasniyah dalam ilmu nahwu dibagi menjadi dua. Yaitu isim tasniyah haqiqi dan isim tasniyah majazi.

Tidak perlu bingung, karena yang paling penting adalah kamu tahu ciri atau tandanya saja. Disini tidak saya sampaikan secara kaku pengertian keduanya antara Haqiqi dan Majazi, namun saya lebih tekankan ke cirinya, tandanya saja agar mudah dipahami.

Jika isim tasniyah Haqiqi cirinya bisa dipisah-pisah katanya atau biasa disebut dengan ditajrid. Contohnya adalah  طَالِبَانِ \ طَالِبَيْنِ ,

Penjelasanya;

Kata طَالِبَانِ \ طَالِبَيْنِ pada contoh di atas merupakan isim tasniyah haqiqi. 

Mengapa? Karena kata tersebut menunjukkan makna dua dengan huruf tambahan (alif+nun / ya’+nun) di akhir kalimah dan jika ditajrid atau dipisah-pisah kemudian dibuat athaf-athafan, menjadi طَالِبٌ وَ طَالِبٌ.

Sedangkan isim tasniyah majazi, sama-sama menunjukkan ganda atau dobel namun tidak bisa dipisah-pisah dan dibuat athaf-athafan. 

Contohnya adalah كِلَا (Keduanya), إِثْنَانِ (Sepasang/ganda).  

Karena keduanya tidak memiliki mufrod atau kata tunggalnya yang dapat ditajrid atau dipisah kemudian dibuat athaf-athafan.

Mudahnya dalam memahami isim tasniyah majazi adalah isim tersebut tidak memiliki bentuk mufrod (tunggal) serta tidak bisa dipisah-pisah. 

Isim tasniyah biasa juga disebut dengan mulhaq bil mutsanna. 

Perlu diperhatikan terkait isim tasniyah pada قَمَرَانِ, lafadz ini juga termasuk mulhaq mutsanna juga. 

ia dapat dipisah-pisah. Akan tetapi, ketika dibuat athaf-athafan, mengarahnya kepada selain bentuk mufradnya lafadz itu sendiri. 

Jadi bukan قَمَرٌ وَ قَمَرٌ , karena yang dimaksud dengan lafadz قَمَرَانِ adalah bulan dan matahari, bukan bulan dan bulan. Jadi Jika dipisah-pisah dan diathafkan maka menjadi قَمَرٌ وَشَمْسٌ.

Sebagai tambahan materi, mari belajar tentang I’rob dari isim tasniyah.

Dalam keadaan rofa’, tanda I’rob dari isim tasniyah adalah alif. Biasanya diakhir kata ditambahi alif+nun.

Contoh isim tasniyah rafa’ :

ü  الطِّفْلَانِ يلْعَبَانِ اَمَامَ الْبَيْتِ (Kedua anak itu sedang bermain didepan rumah).

ü  الطَّالِبَانِ يَقْرَئَانِ الْكِتَابَ   (kedua pelajar itu sedang membaca buku).

Kata الطِّفْلَانِ merupakan bentuk isim mutsanna dari mufrad طِفْلٌ. Dibaca rafa’ karena berkedudukan sebagai mubtada’ atas khabar berupa jumlah fi’liyah. I’rab rafa’nya yaitu alif yang ditandai dengan tambahan alif+nun di akhir kalimatnya.

Kata الطَّالِبَانِ merupakan bentuk isim mutsanna dari mufrad طَالِبٌ. Dibaca rafa’ karena berkedudukan sebagai mubtada’ atas khabar berupa jumlah fi’liyah. I’rab rafa’nya yaitu alif yang ditandai dengan tambahan alif+nun di akhir kalimatnya.

Dalam keadaan nashab dan jer,I’rob dari isim tasniyah adalah ya’ dengan tambahan ya’+nun, dan huruf sebelum ya’ dibaca fathah.

Contoh isim tasniyah nashab:

ü  هُوَ يَقْرَأُ كِتَبَيْنِ فِى الْمَكْتَبَةِ (Dia membaca dua juz Al-Qur’an di siang hari).

ü  هُوَ تَحْمِلُ كُرَّتَيْنِ اِلَى الْفَصْلِ (dia membawa dua buku tulis ke kelas)

Kataكِتَبَيْنِ  merupakan bentuk isim mutsanna dari kata كِتَابٌ. Dibaca nashab berkedudukan sebagai maf’ul bih (objek) dari kata kerja يَقْرَأُ. I’rab nashabnya adalah ya’ dengan tambahan ya’+nun dan huruf sebelum ya’ dibaca fathah, yaitu ba.

Kataكُرَّتَيْنِ  merupakan bentuk isim mutsanna dari kata كُرَّةٌ. Dibaca nashab berkedudukan sebagai maf’ul bih (objek) dari kata kerja تَحْمِلُ. I’rab nashabnya adalah ya’ dengan tambahan ya’+nun dan huruf sebelum ya’ dibaca fathah, yaitu Ta.

Contoh isim tasniyah jer/khofadh : شَهَادَةُ رَجُلٍ تُسَاوِيْ شَهَادَةَ امْرَأَتَيْنِ (Kesaksian seorang lelaki sama dengan kesaksian dua orang perempuan).

Kata امْرَأَتَيْنِ dalam contoh tersebut merupakan isim tasniyah dari bentuk mufrad إِمْرَأَةٌ. Dibaca jer sebab menjadi mudhaf ilaih dari kata شَهَادَةَ. 

Adapun i’rab jernya yaitu ya’ dengan tambahan alif+nun, sedangkan huruf yang terjatuh sebelum ya’ dibaca fathah. 

Sebagaimana isim tasniyah ketika nashab.

Itulah beberapa penjelasan isim Tasniyah yang perlu Anda ketahui, semoga bermanfaat.

Yuk belajar ilmu terbaru seputar bahasa Arab dan Ilmu Al-Quran bersama Pondok Tahfidz Annajah Kampung Inggris Pare. Di sini Anda akan mendapatkan atmosfer dan sensasi belajar yang kondusif serta berbeda dari yang lainnya. 

Tunggu apa lagi? Yuk daftarkan diri Anda sekarang juga!