Logo Website Annajah
Search

Asmaul Khomsah: Definisi, Fungsi, Anggota dan contohnya!

asmaul khomsah

Table of Contents

Kali ini pembahasan bahasa Arab adalah mencakup asmaul khomsah. Perlu ditegaskan bahwa pembahasan asmaul khomsah ini tidak kalah pentingnya dengan pembahasan isim-isim mu’rob lainnya. Jenis isim ini dibahas secara terpisah karena ia mempunyai sedikit kekhususan dalam i’rabnya. 

Untuk lebih lengkapnya, yuk simak artikel berikut ini!

Definisi Asmaul Khomsah

Secara bahasa, kata asma’ adalah bentuk jamak dari kata ismun, sedangkan al-khamsah merupakan isim adad atau bilangan yang memiliki arti lima (5). Sehingga yang dimaksud dengan asmaul khomsah adalah isim-isim yang lima yang mempunyai ciri dan karakteristik yang tidak dimiliki oleh isim lainnya.

Dengan kata lain, asmaul khomsah adalah kata-kata dari jenis isim yang mempunyai jumlah 5 dan akhirnya ditambahkan salah satu huruf illat yaitu alif, wau dan ya sebagai tanda i’rab.  Untuk kelima bentuk dari asmaul khomsah akan dibahas di bawah.

Anggota dan Contoh Asmaul Khomsah

Karena dikhususkan hanya untuk 5 saja, isim ini dikategorikan ke dalam kelompok sendiri dan dinamakan sebagai asmaul khomsah. Adapun macam-macam dari isim ini adalah sebagai berikut:

  1. أَخُوْكَ artinya saudaramu
  2. أبُوْكَ artinya bapakmu
  3. حَمُوْكَ artinya iparmu
  4. فُوْكَ artinya mulutmu
  5. ذُوْمَالٍ artinya pemilik atau yang mempunyai harta

Jika diperhatikan dengan baik, lima kata tersebut merupakan struktur gabungan atau idhafah dari dua kata yang disela dengan huruf wau. 

Berikut contohnya agar bisa lebih paham: أَبُوكَ = أَبٌّ+وْ+كَ

1. Untuk lebih jelasnya, coba lihat contoh asmaul khomsah yang disambung atau diidhofahkan dengan huruf wau dan dibaca rafa’:

  • Kata اَبٌ jika disambungkan, maka akan menjadi أَبُوكَ artinya ayahmu
  • Kata أَخٌ jika disambungkan, maka akan menjadi أَخُوْكَ artinya saudaramu
  • Kata حَمٌ jika disambungkan, maka akan menjadi حَمُوكَ artinya iparmu
  • Kata فُوْ jika disambungkan, maka akan menjadi فُوْكَ artinya mulutmu
  • Kata ذُوْ jika disambungkan, maka akan menjadi ذُوْ مَالٍ artinya yang mempunyai harta

2. Untuk lebih jelasnya, coba lihat contoh asmaul khomsah yang disambung atau diidhofahkan dengan alif dan dibaca nashob:

  • Kata اَبٌ jika disambungkan, maka akan menjadi أَبَاكَ artinya ayahmu
  • Kata أَخٌ jika disambungkan, maka akan menjadi أَخَاكَ artinya saudaramu
  • Kata حَمٌ jika disambungkan, maka akan menjadi حَمَاكَ artinya iparmu
  • Kata فُوْ jika disambungkan, maka akan menjadi فَاكَ artinya mulutmu
  • Kata ذُوْ jika disambungkan, maka akan menjadi ذَا مَالٍ artinya yang mempunyai harta

3. Untuk lebih jelasnya, coba lihat contoh asmaul khomsah yang disambung atau diidhofahkan dengan ya dan dibaca jer:

  • Kata اَبٌ jika disambungkan, maka akan menjadi أَبِيْكَ artinya ayahmu
  • Kata أَخٌ jika disambungkan, maka akan menjadi أَخِيْكَ artinya saudaramu
  • Kata حَمٌ jika disambungkan, maka akan menjadi حَمِيْكَ artinya iparmu
  • Kata فُوْ jika disambungkan, maka akan menjadi فِيْكَ artinya mulutmu
  • Kata ذُوْjika disambungkan, maka akan menjadi ذِيْ مَالٍ artinya yang mempunyai harta

Berdasarkan ketiga kategori di atas, bisa dilihat bahwa meskipun disambung dengan huruf yang berbeda, artinya tetap sama. Yang berbeda hanya keadaan i’robnya. Jika disambungkan dengan huruf wau, maka dibaca rafa’. Jika disambungkan dengan alif, maka dibaca nashob. Sedangkan jika disambungkan dengan ya, maka dibaca jer.

Untuk lebih mendalami topik isim asmaul khomsah ini, coba perhatikan contoh kalimat-kalimat berikut:

  • Contoh kalimat asmaul khomsah sebagai rafa’: يَامَحْمُوْدُ، دَعَاكَ أَبُوْكَ artinya ya Mahmud, ayahmu memanggilmu.
  • Contoh kalimat asmaul khomsah sebagai nashob: رَأَيْتُ أَبَاكَ يُصَلِّيْ artinya aku melihat ayahmu sedang sholat.
  • Contoh kalimat asmaul khomsah sebagai jer: أُنْظُرْ إِلَى أَبِيْكَ artinya lihat ayahmu.

I’rob Asmaul Khomsah

Jika asmaul khomsah dirafa’kan dengan wau, lalu dinashabkan dengan alif, kemudian dijerkan dengan ya, maka kaidah i’rabnya diidhofahkan atau dimudhafkan semua dalam kondisi mufrad atau tunggal, bukan bukan jama’ dan mutsanna. Perhatikan contoh-contoh berikut.

1. Contoh asmaul khomsah yang diidhofahkan, marfu’ dengan wau:

  • اَبٌ jika diidhofahkan, maka menjadi أَبُوكَ yang berarti ayahmu             
  • أَخٌ jika diidhofahkan, maka menjadi أَخُوْكَ yang berarti saudaramu       
  • حَمٌ jika diidhofahkan, maka menjadi حَمُوكَ yang berarti pamanmu         
  • فُوْ jika diidhofahkan, maka menjadi فُوْكَ yang berarti mulutmu           
  • ذُوْ jika diidhofahkan, maka menjadi ذُوْ مَالٍ yang berarti yang mempunyai harta

2. Contoh asmaul khomsah yang diidhofahkan, manshub dengan alif:

  • اَبٌ jika diidhofahkan, maka menjadi أَبَاكَ yang berarti ayahmu
  • أَخٌ jika diidhofahkan, maka menjadi أَخَاكَ yang berarti saudaramu
  • حَمٌ jika diidhofahkan, maka menjadi حَمَاكَ yang berarti pamanmu
  • فُوْ jika diidhofahkan, maka menjadi فَاكَ yang berarti mulutmu
  • ذُوْ jika diidhofahkan, maka menjadi ذَا مَالٍ yang berarti yang mempunyai harta

3. Contoh asma’ul khamsah yang diidhofahkan, majrur dengan ya:

  • اَبٌ jika diidhofahkan, maka menjadi أَبِيْكَ yang berarti ayahmu            
  • أَخٌ jika diidhofahkan, maka menjadi أَخِيْكَ yang berarti saudaramu           
  • حَمٌ jika diidhofahkan, maka menjadi حَمِيْكَ yang berarti pamanmu            
  • فُوْ jika diidhofahkan, maka menjadi فِيْكَ yang berarti mulutmu
  • ذُوْ jika diidhofahkan, maka menjadi ذِيْ مَال yang berarti yang mempunyai harta

Kesimpulan Yang Dapat Ditarik

Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa isim asmaul khomsah merupakan setiap isim mu’rab yang diakhiri dengan huruf illat sebagai tanda i’rab. Asmaul khomsah juga berarti isim-isim yang lima. Adapun kelima macam dari isim ini adalah abun, akhun, hamun, famun dan dzuu.

Bagaimana pembahasan asmaul khomsah? Menarik bukan? Yuk lanjut belajar jenis isim lainnya, melalui artikel Isim Jamak Taksir: Definisi, Fungsi, Anggota dan contohnya!