Logo Website Annajah
Search

Isim Maf’ul: Definisi, Fungsi, dan Dilengkapi Dengan Contohnya

penjelasan isim maful, fungsi isim maful, dan contoh isim maful

Table of Contents

Kalau di bahasa Indonesia dikenal dengan sistem Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) maka dalam bahasa Arab pun juga memilikinya, salah satunya ialah penggunaan beberapa istilah seperti isim maf’ul pada kalimat Bahasa Arab.

Pada suatu kalimat pada dasarnya merupakan sebuah gabungan dari beberapa kata yang mempunyai fungsi masing-masing. 

Umumnya terbentuk dari subjek, predikat, objek, dan keterangan dimana unsur tersebut juga terdapat dalam susunan kalimat Bahasa Arab. 

Ketika mempelajari Bahasa Arab, terdapat banyak sekali kaidah yang digunakan agar kalimat tersebut sempurna sehingga  harus kita perhatikan dalam mempelajari Bahasa Arab.

Definisi Isim Maf’ul

Isim fa’il merupakan sebuah sifat yang terjadi dari fi’il bina majhul, yang digunakan untuk menunjukkan suatu peristiwa maupun perbuatan yang terjadi pada maushuf (yang disifati) menurut aspek terjadinya bukan dari aspek tetapnya (sifat yang ada pada diri pelaku)

Isim maf’ul mempunyai pengertian sebagai isim musytaq yang dibuat dari fi’il yang tidak disebutkan fa’ilnya dengan tujuan untuk menerangkan objek dari terjadinya suatu pekerjaan.

Apabila diringkas secara singkat maksud dari isim ini merupakan sebuah isim yang fungsinya sebagai objek untuk menjelaskan benda atau sesuatu yang menjadi akibat maupun hasil dari perbuatan pelaku. 

Isim maf’ul ini termasuk dalam golongan isim musytaq yang artinya merupakan sebuah bentuk kata benda karena akibat dari perubahan kata yang lainnya jadi, dengan kata lain maf’ul ini merupakan hasil dari perubahan isim fi’il.

Fungsi Isim Maf’ul

  1. Dalam sebuah kalimat, isim maf’ul akan berperan sebagai objek dimana dengan posisinya sebagai sebuah objek maka, isim maf’ul akan mengubah i’rab (harakat huruf terakhir) beberapa kata. Perubahan tersebut dapat terjadi apabila, Isim maf’ul tersebut mempunyai alif lam.
  2. Mempunyai fungsi seperti fi’il mabni majhul, apabila pada isim maf’ul terdapat huruf alif-lam, maka isim ini dapat berfungsi seperti fi’il mabni majhul yang dalam istilah bahasa Indonesia disebut sebagai kata kerja pasif. 

Sehingga nantinya, terjemahan dari kata isim ini biasanya akan berubah bentuk menjadi objek yang diberi perlakuan oleh A.

Apabila isim maf’ul tidak mempunyai huruf alif-lam atau nakirah tanwin, maka terdapat beberapa persyaratan yang harus diikuti dengan tujuan agar isim ini dapat berperan sebagai fi’il mabni majhul. 

Maka, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi agar dapat berperan sebagai fi’il mabni majhul adalah sebagai berikut:

  • Posisi isim maf’ul harus berada setelah subjek atau mubtada’.
  • Dianjurkan untuk berada setelah kata tanya.
  • Harus bersifat bisa untuk menjelaskan sesuatu, baik berupa sifat maupun bentuk keterangan lainnya. 

Contoh Isim Maf’ul

ما مسموحٌ بحرية بلا حدود . 1

Pada kata “  مسموحٌ   “ pada contoh tersebut merupakan salah satu penggunaan isim maf’ul yang tidak menggunakan ( ال ), dengan perkiraan waktu استقبال di masa yang akan datang, dan disandarkan pada nafy (ما ). 

Dengan begitu, maka ia berperan sebagaimana peran fi’ilnya, yaitu merafa’kan na’if fa’il, sehingga na’if fa’ilnya adalah “ بحرية  “ (jar majrur), karena ia merupakan bentuk dari fi’il lazim.

 

أ ممنوحةٌ ٌ المرأةُ حقوقها  . 2     

Dalam kata “  ممنوحةٌ   “ seperti pada contoh tersebut merupakan suatu bagian dari isim maf’ul dengan kondisinya yang tidak menggunakan ( ال ), maka ia akan memiliki perkiraan waktu استقبال  di masa yang akan datang yang disandarkan pada suatu istifham (  أ  ). 

Sehingga, ia dapat berperan sebagaimana perannya fi’ilnya, dengan kata “   المرأةُ  “ sebagai na’if fa’ilnya.

 

الطائرة مجهدٌ ركاب  . 3     

Penggunaan kata “  مجهدٌ  “ seperti pada contoh di atas merupakan sebuah bagian dari isim maf’ul dari fi’il “  جُهِّدَ  “. 

Dengan kondisinya yang tidak menggunakan sebuah ( ال ), maka ia menunjukkan sebagai bagian  حال pada masa sekarang dan ia akan disandarkan kepada mubtada (  الطائرة  ). 

Sehingga demikian, ia akan beramal sebagaimana amal fi’ilnya, dan kata “   ركابُ  “ sebagai naïf fa’ilnya.

 

بات العدو مكسور الجناح  . 4   

Kata “  مكسور   “ merupakan sebuah isim maf’ul dari fi’il “  كـُسِرَ   “ dimana kondisinya tidak menggunakan ( ال ) sehingga menunjukkan ماض  yang berarti penggunaan masa lalu dan disandarkan kepada salah satu dari nafy, atau istifham, maupun dapat disandarkan pada mubtada’, dan maushuf. 

Maka, kata “  مكسور   “ tersebut tidak beramal dan seperti kata sesudahnya dalam kondisi majrur karena ia telah menjadi mudhaf ilaih.

 

  1. أَمَضْرُوْبٌ زَيْدٌ ؟  (a-madhruubun Zaidun?) mempunyai arti “Apakah Zaid dipukul?” 

Dimana akan dijelaskan secara rinci agar mampu untuk mengerti mengenai pemahaman isim maf’ul ini. 

Kalimat ini mengandung penjelasan jika Zaid merupakan sebuah isim setelah madhrub, sehingga ia marfu’. 

Mempunyai hukum yang sama seperti dengan fi’il majhul yang merafa’-kan naibul fa’il nya.

Jadi sudah tahu kan definisi hingga contoh isim maf’ul ?

Biar belajar bahasa Arab-mu semakin dalam, yuk gabung program spesial dari pondok tahfidz Annajah, ada program onlinennya juga lho!

Daftarkan dirimu sekarang juga ya dengan klik Program Annajah