close
Dauroh Tahsin Tahfidz Ramadhan
Logo Website Annajah
Search

Wajib Tahu! Inilah 10 Hadits tentang Menuntut Ilmu

Table of Contents

Menuntut ilmu merupakan pondasi utama dalam agama Islam. Dalam ajaran Islam, menuntut ilmu dianggap sebagai kewajiban bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. 

Ternyata kewajiban dalam menuntut ilmu ada hadistnya. Apa aja sih? Yuk simak!

Hukum dan adab menuntut ilmu

Hukum tentang menuntut ilmu

Menuntut ilmu memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Hukum menuntut ilmu dalam agama Islam adalah wajib, bahkan dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an, Surah Al-Mujadilah (58): Ayat 11, yang berbunyi:

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū iżā qīla lakum tafassaḥū fil-majālisi fafsaḥū yafsaḥillāhu lakum, wa iżā qīlansyuzū fansyuzū yarfa‘illāhul-lażīna āmanū minkum, wal-lażīna ūtul-‘ilma darajāt(in), wallāhu bimā ta‘malūna khabīr(un).

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.

Rasulullah SAW juga banyak mengingatkan umatnya tentang pentingnya menuntut ilmu, seperti dalam hadits:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Tholabul ilmi faridhotun ‘ala kulli muslimin”

Artinya:

Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim. (HR.Ibnu Majah)

Adab Menuntut Ilmu

Berikut ini adab yang harus diperhatikan sebelum menuntut ilmu:

1. niat yang ikhlas

Menuntut ilmu haruslah dilkamusi dengan niat yang ikhlas karena Allah semata. Tujuan utamanya adalah mendekatkan diri kepada-Nya dan meningkatkan pemahaman terhadap agama Islam.

2. rendah hati

Jadilah rendah hati dalam proses belajar. Terima ilmu dari siapa saja dengan sikap yang rendah hati, tanpa memkamung status sosial atau pangkat.

3. hormat kepada pengajar

Apabila sedang belajar, hormati dan hargai pengajar atau guru. Jangan memotong atau mengganggu ketika guru sedang berbicara.

4. bersungguh-sungguh

Berusahalah untuk memahami ilmu dengan sungguh-sungguh dan jangan malas. Konsentrasi dan usaha adalah kunci keberhasilan.

5. bertanya dengan sopan

Jika ada hal yang tidak dipahami, tanyakanlah dengan sopan dan hormat kepada guru atau sesama yang lebih tahu. Jangan ragu untuk bertanya demi pemahaman yang lebih baik.

6. jangan takut untuk berbagi ilmu

Setelah memperoleh ilmu, bagikan kepada yang lain dengan tujuan kebaikan. Ini dapat berupa mengajarkan kepada orang lain atau berbagi pengetahuan melalui tulisan atau ceramah. Ilmu yang kamu bagikan tidak akan habis, malah akan bertambah.

7. penerapan dalam kehidupan

Ilmu sejati adalah ilmu yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Usahakan untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam segala aspek kehidupan.

8. menjaga akhlak

Ilmu seharusnya membawa perubahan positif dalam akhlak dan perilaku. Jangan biarkan ilmu membuat kamu menjadi sombong, tetapi jadilah lebih rendah hati dan baik.

9. konsistensi

Menuntut ilmu memerlukan ketekunan dan konsistensi. Jangan berhenti belajar meskipun sudah mencapai tingkat tertentu.

10. do’a untuk kebenaran ilmu

Selalu mohon doa kepada Allah agar diberikan ilmu yang bermanfaat dan bisa menjadi ladang pahala, bukan hanya pengetahuan sekadar dunia.

Hadits tentang menuntut ilmu

1. Ilmu adalah warisan dari para nabi

اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Artinya:

“Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu, barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan Ibnu Majah; dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 6297). 

2. Menuntut ilmu memudahkan jalan menuju surga

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Artinya:

Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

3. Ilmu yang bermanfaat termasuk amal jariyah

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya: 

Jika seorang manusia mati, maka terputuslah darinya semua amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya. (HR. Muslim no. 1631).

4. Tuntutlah ilmu untuk mendapatkan ridho Allah

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: 

Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti. (HR. Abu Daud)

5. Ilmu dapat menentramkan hidup

تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ

Artinya: 

Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya. (HR. Thabrani)

6. Menyampaikan ilmu kepada sesama

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ أَخْبَرَنَا الْأَوْزَاعِيُّ حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ عَنْ أَبِي كَبْشَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلَا حَرَجَ وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ

Artinya:

Telah bercerita kepada kami Abu ‘Ashim adl-Dlahhak bin Makhlad telah mengabarkan kepada kami Al Awza’iy telah bercerita kepada kami Hassan bin ‘Athiyyah dari Abi Kabsyah dari ‘Abdullah bin ‘Amru bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sampaikan dariku sekalipun satu ayat dan ceritakanlah (apa yang kalian dengar) dari Bani Isra’il dan itu tidak apa (dosa). Dan siapa yang berdusta atasku dengan sengaja maka bersiap-siaplah menempati tempat duduknya di neraka”.

7. Keutamaan orang-orang berilmu

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

Artinya:

Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu. (HR. Ahmad)

8. Memiliki ilmu itu penting

الْعِلْمُ قَبْلَ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ

Artinya:

Berilmulah sebelum kamu berbicara, beramal, atau beraktivitas. (HR. Bukhari)

9. Memiliki ilmu bisa lebih baik daripada beramal

إِنَّكُمْ قَدْ أَصْبَحْتُمْ فِي زَمَانٍ كَثِيرٍ فُقَهَاؤُهُ، قَلِيلٍ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيرٍ مُعْطُوهُ، قَلِيلٍ سُؤَّالُهُ، الْعَمَلُ فِيهِ خَيْرٌ مِنَ الْعِلْمِ، وَسَيَأْتِي زَمَانٌ قَلِيلٌ فُقَهَاؤُهُ، كَثِيرٌ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيرٌ سُؤَّالُهُ، قَلِيلٌ مُعْطُوهُ، الْعِلْمُ فِيهِ خَيْرٌ مِنَ الْعَمَلِ

Artinya: 

Sungguh kalian sekarang benar-benar berada di sebuah zaman yang banyak orang-orang faqihnya, sedikit para penceramahnya, banyak para pemberi, dan sedikit para peminta-minta. Amal di masa ini lebih baik daripada ilmu. Akan datang suatu zaman nanti di mana sedikit orang-orang faqihnya, banyak para penceramahnya, sedikit para pemberi, dan banyak para peminta-minta. Ilmu di masa itu lebih baik daripada amal. (HR. Ath-Thabrani no. 3111).

10. Melipatkan pahala

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

Artinya:

Siapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.” (HR. Muslim no. 2674)

Demikian pembahasan mengenai hadits tentang menuntut ilmu, semoga bermanfaat. Nah, jika kamu ingin membaca artikel lain, yuk kunjungi website Annajah!

 

Sumber: 

https://muslimah.or.id/10472-keutamaan-menuntut-ilmu-agama.html 

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5866155/10-hadits-menuntut-ilmu-untuk-memudahkan-jalan-ke-surga

https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6476158/20-hadits-tentang-menuntut-ilmu-pahalanya-seperti-orang-yang-haji-sempurna