Logo Website Annajah
Search

Isim Inna wa Akhwatuha: Penjelasan, Fungsi, Anggota, Ciri, Rumus dan Contohnya

penjelasan isim inna wa akhwatuha dan contoh isim inna wa akhwatuha

Table of Contents

Susunan kalimat dalam Bahasa Arab terdiri dari mubtada’ dan khabar. Namun susunan kalimat (jumlah ismiyah) tersebut akan berubah jika dimasukan Inna Wa Akhwatuha atau huruf inna (إِنَّ) dan saudara-saudaranya. Peran Inna (إِنَّ) ini berlawanan dengan peran kana (كان), berikut ulasan selengkapnya.

Apa Itu Isim Inna wa Akhwatuha?

Inna Wa Akhwatuha (huruf inna dan saudara-saudaranya) adalah sekelompok huruf atau kata depan yang biasanya ditambahkan sebelum isim. Apabila inna dan saudaranya masuk dalam jumlah ismiyah, hukum I’rabnya dengan menashabkan mubtada’ dan juga merafa’kan khabbar.

Inna (إِنَّ) disebut juga sebagai harfu taukidin (حَرْفُ تَوْكِدٍ) atau huruf penegasan/ penekanan. Huruf inna dan saudaranya hanya dimasukan pada jumlah ismiyyah.

Inna (إِنَّ) merupakan harfu nashbin (حَرْفُ نَصْبٍ) atau huruf yang mengubah isim inna menjadi manshub. Khabbar Inna (إِنَّ) adalah marfu, kata ini berarti sesungguhnya, bahwasanya, betul-betul, benar-benar.

Saudara Inna (إِنَّ) juga membuat mengubah mubtada’ menjadi manshub dan membuat khabar menjadi marfu. Penggunaan Inna (إِنَّ) dengan dhammir muththashil dalam beberapa kalimat menjadi seperti berikut.

  1. Mengganti kata ana menjadi inni (إِنِّيْ ) atau innani (إِنَّنِيْ )
  2. Pada kata nahnu (نَحْنُ) menjadi innanaa (إِنَّنَا ) atau innaa (إِنَّا )
  3. Pada kata huwa (هُوَ ) menjadi innahu (إِنَّهُ )
  4. Pada kata huma (هُمَا ) menjadi innahumaa (إِنَّهُمَا )
  5. Pada kata hum (هُمْ) menjadi innahum (إِنَّهُمْ)
  6. Pada kata hiya (هِيَ ) menjadi innahaa (إِنَّهَا )
  7. Pada kata huna (هُنَّ) menjadi innahunna (إِنَّهُنَّ)
  8. Pada kata anta (أَنْتَ ) menjadi innaka (إِنَّكَ)
  9. Pada kata antuma (أَنْتُمَا ) menjadi innakumaa (إِنَّكُمَا )
  10. Pada kata antum (أَنْتُمْ ) menjadi innakum (إِنَّكُمْ )
  11. Pada kata anti (أَنْتِ ) menjadi innaki (إِنَّكِ )
  12. Pada kata antuma (أَنْتُمَا ) menjadi innakumaa (إِنَّكُمَا )
  13. Pada kata antunna (أَنْتُنَّ ) menjadi innakunna (إِنَّكُنَّ )

Anggota Isim wa Akhwatuha

Dalam menjalankan fungsinya, isim inna memiliki saudara sehingga disebut Inna Wa Akhwatuha atau dalam Bahasa Indonesia berarti inna dan saudaranya. Huruf inna dan saudaranya ada 6 jenis, adapun huruf-huruf yang termasuk inna dan saudaranya antara lain.

1. Inna (إِنَّ) artinya sesungguhnya

Berfungsi sebagai penegasan, seperti pada kalimat ( إِنَّ الإِسْلَامَ دِيْنُ السَّلَامِ) artinya: “sesungguhnya Islam adalah agama keselamatan”.

2. Anna (أَنَّ) artinya bahwa

Berfungsi sebagai penegasan, seperti pada kalimat (أُخْبِرْتُ أَنَّ زَيْدًا نَاجِ) artinya: “saya diberitahukan bahwa Zaid menjadi orang sukses.

3. Kaanna (كَأَنَّ) artinya seakan-akan

Berfungsi sebagai perumpamaan, seperti pada kalimat (كَأَنَّ الرَّجُلَ أَسَدٌ) artinya: “seorang lelaki tersebut seakan-akan/ bagai singa”

4. Lakina (لَكِنَّ) artinya akan tetapi

Berfungsi sebagai penyangkal, seperti pada kalimat (مُحَمَّدٌ مُجْتَهِدٌ لَكِنَّ أَخَاهُ مُهْمِلٌ) artinya: “Muhammad orang yang bersungguh-sungguh akan tetapi saudaranya orang yang sembrono”.

5. Laalla (لَعَلَّ) artinya semoga/agar

Berfungsi sebagai pengharapan, seperti pada kalimat (لَعَلَّ بَكْرًا هَالِكٌ) artinya: “semoga Bakr binasa”.

6. Laita (لَيْتَ) artinya seandainya

Berfungsi sebagai perangan-anganan, seperti pada kalimat (لَيْتَ الشَّبَابَ رَاجِعٌ) artinya: “seandainya para pemuda kembali.

Contoh-Contoh Isim wa Akhwatuha

Contoh isim Inna Wa Akhwatuha ada banyak di dalam Al-Quran. Berikut beberapa contoh penggunaan inna (إِنَّ) dalam surah Al-Quran.

  • QS Al-Baqarah: 148 (إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ)
  •         QS Al-Baqarah: 115 (إِنَّ اللَّهَ وَاسِعٌ عَلِيمٌ)
  •         QS Al-Baqarah: 153 (إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ)
  •         QS Al-Baqarah: 182 (إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ)
  •         QS Al-Baqarah: 77 (أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ)
  •         QS Al-Baqarah: 165 (أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَ أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ)

Contoh lain dan penjelasannya

Kalimat asal tanpa inna: (الإِسْلَامُ دِيْنُ السَّلَامِ)

  • Harakat akhir pada (الاسلام ) berupa dhommah karena rafa’, inilah yang disebut mubtada’
  • Harakat akhir pada (دين السلام ) berupa dhommah karena mufra dalam keadaan kabar (tetapi khabar saja bukan khabar inna)

Setelah menggunakan inna menjadi (إِنَّ الإِسْلَامَ دِيْنُ السَّلَامِ)

  • Harakat akhir pada (الاسلام ) berubah menjadi fathah karena mufrad dalam kondisi nashob, inilah yang disebut sebagai isin inna.
  • Harakat akhir pada (دين السلام ) berubah menjadi dhommah karena mufrad dalam kondisi rafa’, inilah yang disebut sebagai khabar inna.

Contoh penggunaan Inna Wa Akhwatuha untuk masing-masing saudara inna:

1. Contoh kalimat menggunakan inna (إِنَّ) bermakna taukid atau sesungguhnya

  • (إِنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ) artinya “Sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah”
  • (إِنَّ الْحَيَاةَ جِهَادٌ) artinya “Sesungguhnya hidup itu adalah jihad”
  • (إِنَّ الطَّالِبِيْنَ دَاخِلُوْنَ الْفَصْلِ) artinya “Sesungguhnya murid-murid itu masuk ke dalam kelas”
  • (إِنَّ الطَّالِبَتَيْنِ نَشِيْطَتَانِ) artinya “Sesungguhnya 2 murid (perempuan) itu rajin”

2. Contoh kalimat menggunakan anna (أَنَّ) bermakna taukid atau sesungguhnya

  • (عَلِمْتُ أَنَّ الْعَمَلَ عِبَادَةٌ) artinya “Saya tahu bahwa bekerja adalah ibadah”
  • (أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ) artinya “Aku bersaksi bahwa sungguh Muhammad adalah utusan Allah”

3. Contoh kalimat menggunakan kanna (كَأَنَّ) bermakna tasybih atau seolah-olah

  • (كَأَنَّ الْقِطَّ نَمِرٌ) artinya “Seolah-olah kucing itu harimau”
  • (كَأَنَّ الْعَيْنَيْنِ مِنَ النَّمِرِ نَارٌ فِي ظُلَمِ الَّليْلِ) artinya “Seolah-olah kedua matanya dari api dalam kegelapan dalam”
  • (كَأَنَّ خَالِدًا أَسَدٌ) artinya “Seolah-olah Khalid itu seekor singa”

4. Contoh kalimat menggunakan lakinna (لَكِنَّ) bermakna istidrak atau tetapi

  • (هُوَ طَوِيْلٌ لَكِنَّهُ ضَعِيْفٌ) artinya “Dia tinggi tetapi lemah”
  • (عَلِي غَنِيٌّ لَكِنَّ أُخْتَهُ فَقِيْرَةٌ) artinya “Ali kaya tetapi saudarinya fakir”

5. Contoh kalimat menggunakan laita (لَيْتَ) bermakna tamanni atau kiranya

  • (لَيْتَ الْإِمْتِحَانَ سَهْلٌ) artinya “Kiranya ujian itu mudah”
  • (لَيْتَ الطَّيْرَ سَاقِطٌ اِلَى يَدِي) artinya “Kiranya burung itu jatuh ke tanganku”

6. Contoh kalimat menggunakan laala (لَعَلَّ) bermakna tarajji atau mudah-mudahan

  • (لَعَلَّ الْأَوْلَادَ لَاعِبُوْنَ فِي السَّاحَةِ) artinya “Mudah-mudahan anak laki-laki itu bermain di halaman”
  • (لَعَلَّ جَعْفَرَ نَاجِحٌ فِي الْإِمْتِحَانِ) artinya “Mudah-mudahan Jafar berhasil dalam ujiannya”
  • (لَعَلَّ الْمُسَافِرَيْنِ رَاجِعَانِ فِي وَقْتٍ قَرِيْبٍ) artinya “Mudah-mudahan 2 orang musafit itu kembali dalam waktu dekat

Inna dan saudaranya akan menashabkan mubtada’ serta merafa’kan khabar. Namun fungsi tersebut batal apabila inna dan saudaranya tersambung dengan huruf zaidah (ما) atau tambahan seperti contoh berikut.

  • Penggunaan inna (إِنَّ) tanpa huruf (ما) zaidah: (إنَّ الْمُؤْمِنِيْنَ إِخْوَةٌ) artinya “Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara”. Isim (mubtada’) pada kalimat ini beri’rab mansub dengan huruf ya (يْ) karena termasuk dalam isim jamak mudzakkar salim.
  • Penggunaan inna (إِنَّ) dengan huruf (ما) zaidah: (إنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ) artinya “Sesungguhnya orang mukmin itu bersaudara”. Pada isim (mubtada’) pada kalimat ini beri’rab marfu dengan tanda wau (وْ) karena termasuk dalam kategori isim jamak mudzakkar salim.

Contoh I’rab untuk Inna dan saudaranya

1. إِنَّ: حرف توكيد ونصب ينصب الإسم يرفع الخبر

Inna: huruf taukid dan nashab, fungsi menashabkan isim dan merafa’kan khabar

2.  الطالب : اسم إن منصوب وعلامة نصبه الفتحة

Ath thaliba: isim inna manshub dengan alamat nashab berupa fathah

3. ناجح : خبر إن مرفوع وعلامة رفعه الضمة

Najihun: khabar inna marfu’ dengan alamat rafa’ berupa dhommah

Demikian penjelasan mengenai Inna Wa Akhwatuha. Semoga bermanfaat.

Baca juga Isim Dzonna wa Akhwatuha: Definisi, Fungsi, Anggota, Ciri, Rumus dan Contohnya