Logo Website Annajah
Search

Jenis-Jenis Isim Munada dalam Bahasa Arab dan Contohnya

jenis jenis isim munada dalam bahasa arab dilengkapi dengan contohnya

Table of Contents

Munada mempelajari aturan atau kaidah dalam memanggil seseorang atau sesuatu dalam Bahasa Arab. Di dalam Al-Quran terdapat banyak sekali contoh Isim Munada, seperti (يَا زَيْدُ) artinya “Hai Zaid!”. Lantas apa itu Munada sebenarnya dan apakah hanya ya (يَا) saja? Berikut penjelasan selengkapnya.

Apa Itu Isim Munada

Munada secara bahasa dapat diartikan sebagai “yang dipanggil”. Isim (kata benda dalam bahasa Arab) Munada dalam bahasa Indonesia seperti kata Hai atau Wahai.

Berdasarkan pendapat dari Imam Musthafa bin Salim Al-Ghulaayalni, definisi Munada adalah isim yang terletak setelah salah satu huruf Nida. Pada contoh sebelumnya yaitu (يَا زَيْدُ), kata benda (زَيْد) berlaku Munada karena terletak setelah huruf Nida ya (يَا).

Secara sederhana, Munada adalah isim yang jatuh setelah huruf Nida (panggilan) seperti Hai, Ayolah, Mari, Wahai, dan lainnya yang menunjukkan A memanggil B.

Ada beberapa huruf Nida atau Munada, bukan hanya ya (يَا). Beberapa huruf Nida (panggilan) antara lain ( أَ(، )أَيْ(، )يا(، )آ(، )أَيا(، )هَيا(، )وَا).

Ciri-Ciri Isim Munada

Semua huruf Nida memiliki arti yang sama yaitu panggilan pada seseorang atau sesuatu (hai/ wahai). Ciri-cirinya tentu dapat dilihat pada penggunaan huruf Nida yang mengawali isim (kata benda). Penggunaannya berbeda-beda, seperti berikut.

  • Nida ya (يَا) digunakan untuk semua Munada, contoh: (يَا مُحَمَّدُ) “Hai, Muhammad!”
  • Nida hamzah (أَ) pasti digunakan untuk memanggil (Munada) yang dekat, contoh: (أَمُحَمَّدُ أَقْبِلْ) “Wahai Muhammd, kemarilah!”.
  • Nida (أَيْ(,)أَيا(، )هَيا) digunakan untuk memanggil (Munada) yang jauh, contoh : (يَا نَبِيلُ هَلْ تَسْمَعُنِي) “Wahai Nabil, apakah engkau mendengarku?”
  • Khusus untuk Nida (وَا) hanya digunakan untuk mengekspresikan rasa sakit atau penyesalan, contoh: (وَا رَأْسَاهُ) “Duh, kepalaku!”.

Jenis-Jenis Munada

I’rob untuk Isim Munada adalah nashab, sebab Munada seperti maf’ul bih namun dengan fa’il dan fi’il yang diganti dengan huruf Nida. Jika ingin mengetahui secara rinci, perlu memahami pembagian atau macam-macam Munada (yang dipanggil) itu sendiri. Berikut jenis-jenis Munada.

1. Munada Mufrod Alam

Panggilan yang menyebutkan namanya termasuk menggunakan Munada Mufrod Alam. Isim alam ini bisa berupa nama orang, tempat, binatang, atau nama lainnya yang bukan terdiri dari dua kata.

Munada Mufrod Alam adalah panggilan dengan (nama yang mufrad) dan termasuk beri’rob nashab secara mahalliy bukan secara lafdiy (lafadznya). Munada Mufrod Alam dihukumi dengan mabni rafa’ dengan tanda kharakat berikut.

  • Kharakat dhammah tidak bertanwin untuk jamak muannats salim dan jenis isim mufrad.
  • Kharakat alif untuk mutsana
  • Kharakat wawu untuk jamak mudzakar salim

Contoh Munada Mufrod Alam

Pada contoh panggilan yang ditatsniyahkan (dijama’kan): (يَا زَيْدَانِ( ، )يَا فَاطِمَتَانِ) artinya Hai dua Zaed!, Hai Dua Fathimah!”.

Contoh lain yang dijama’ tetapi dengan Isim Munada maka menjadi (يَا زَيْدُوْنَ(، )يَا فَاطِمَاتُ) artinya “Hai para Zaed!, Hai para Fathimah!”.

2. Munada Nakiroh Maqsudah

Munada Nakiroh Maqsudah yaitu mengkhususkan panggilan kepada seseorang dengan panggilan secara umum. Seperti saat memanggil seseorang (laki-laki atau perempuan) yang tidak tahu namanya, maka bisa dipanggil dengan (يَا رَجُلُ( ، )يَا امْرَأَةُ) artinya “wahai laki-laki, wahai perempuan” (tertentu).

Panggilan ini tentu masih mubham atau samar karena menggunakan kata laki-laki atau perempuan. Namun ada individu yang secara khusus untuk dipanggil dengan kata panggilan tersebut. Munada Nakiro Maqsudah hukum I’rab-nya termasuk mabni rafa’.

  • Jenis isim jamak muannats salim dan mufrad, menggunakan mabni dhammah
  • Jenis isim mutsanna, tanda mabni-nya adalah alif.
  • Jenis isim jamak mudzakkar, tanda mabni-nya dengan wawu.

Contoh Munada Nakiroh Maqsudah?

Contoh Munada ini adalah (وَيَا رَجُلُ) artinya: “Wahai laki-laki” untuk memanggil orang yang dekat (ada di hadapannya). Munada Nakiroh Maqsudah dan Munada Mufrad Alam sama-sama ber-I’rab rafa’, namun ada perbedaan dari sisi maknanya. Munada Mufrad Alam memiliki makna khusus, sedangkan Munada Nakiroh Maqsudah memiliki makna umum.

3. Munada Nakiroh Ghoiru Maqsudah

Munada Nakiroh Ghoiru Maqsudah ini kebalikannya dari Munada Nakiroh Maqsudah. Panggilan ini lebih umum atau tidak ditujukan pada seseorang melainkan siapa saja yang termasuk dalam isim yang disebutkan.

Munada Nakiroh Ghoiru Maqsudah hukum irabnya adalah manshub dan harus bertanwin jika termasuk isim mufrad dan isim jamak muannats salim.

Contoh Munada Nakiroh Ghoiru Maqsudah?

Penggunaan Isim Munada ini ada pada contoh (يَا رَجُلاً( ، )يَا امْرَأَةً) artinya “ wahai seseorang (laki-laki!, wahai seseorang (perempuan)!”. Ini memanggil siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan tanpa ada tujuan pada pihak tertentu.

4. Munada Mudhof

Munada sebelumnya digunakan untuk kata yang terdiri dari satu kata saja. Jika berisi gabungan dari dua kata atau lebih, maka menggunakan Munada Mudhof.

Munada Mudhof digunakan untuk isim yang terdiri dari mudhof dan mudhof ilaih. Munada ini hukum I’rab dan mu’rabnya wajib manshub. Tanda nashab berbeda-beda berdasarkan jenis isim (kata bendanya).

  • Tanda nashabnya fathah apabila mufrad
  • Tanda nashabnya kasrah apabila jamak muannats salim
  • Tanda nashabnya iya dengan membuang huruf nun untuk jamak mudzakkar salim dan isim mutsana

Contoh Munada Mudhof

Contoh Isim Munada Mudhof adalah pada Nida berikut:

  • (يَا عَبْدَ اللهِ), Nida ya (يَا ), Mudhof (عَبْدَ), dan Mudhof Ilaih (اللهِ)
  • ( يَا عَبْدَ شَمْسٍ ), Nida ya (يَا ) , Mudhof (عَبْدَ), dan Mudhof Ilaih (شَمْسٍ)
  • (يَا زَيْنَ الدِّيْنِ ), Nida ya (يَا ), Mudhof (زَيْنَ ), dan Mudhof Ilaih (الدِّيْنِ)
  • (يَا رَسُوْلَ اللهِ), Nida ya (يَا ), Mudhof (رَسُوْلَ ), dan Mudhof Ilaih (اللهِ)

5. Munada Syibhul Mudhof / Sibeh Mudhof

Jenis Munada berikutnya adalah Munada Syibhul (Syibh) Mudhof atau yang menyerupai Mudhaf.

Apa Itu Munada Syibhul Mudhof / Sibeh Mudhof?

Munada Syibhul Mudhof adalah Munada dengan isim yang menyerupai Idhafah seperti pada isim (ياطالعِاًجَبَلاً) yang artinya “Wahai pendaki gunung”. Hukum I’rabnya adalah nashab dengan kharakat fathah yang bertanwin.

Sedangkan untuk mutsana dan jamak mudzakkar, nashabnya menggunakan huruf Iya. Jamak muannats salim menggunakan nashab kasrah dan bertanwin.

Contoh Munada Syibhul Mudhof / Sibeh Mudhof

Bisa diambil pada contoh (ياطالعِاًجَبَلاً)

Pada Munada Syibhul Mudhof ini, Nida (panggilannya) menggunakan ya (يا) dan Munada yang menyerupai Mudhaf adalah pada lafadz (طالعِاًجَبَلاً). Ingat, untuk panggilan dengan Munada Syibhul/ Sibeh Mudhof ini menggunakan fathah dan bertanwin.

Contoh lainnya adalah pada kata (شَارِبُ مَاءٍ) dengan Mudhaf (شَارِبُ) yang bisa berfungsi pada kata (مَاءٍ) sebagai maf’ul bih. Apabila dimasuki huruf Nida, maka hukumnya sapa seperti Munada Mudhof.

Itulah pembahasan mengenai Isim Munada lengkap huruf dan jenis-jenisnya. Intinya Munada digunakan untuk memanggil seseorang atau sesuatu dalam Bahasa Arab setelah huruf Nida atau Munada. Semoga penjelasannya bisa dipahami dan menambah wawasan sekalian. 

Baca juga Huruf Illat: Definisi, Fungsi, Anggota, Ciri, Rumus dan Contohnya